Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat

Kenali Penggunaan Obat Mata

Banyak orang menggunakan tetes mata dengan maksud membersihkan mata dan kotoran. Sesungguhnya hal tersebut tidak perlu dilakukan karena mata sudah dilengkapi oleh sistem untuk membersihkan dan mempertahankan mata dari infeksi. Cairan terbaik untuk membersihkan mata adalah yang diproduksi oleh kelenjar lakrimalis. Cairan ini mengandung garam dan protein yang membantu menurunkan ketegangan. Justru dengan penggunaan obat tetes mata akan menyebabkan masuknya bakteri dalam mata.

Bila membaca dengan jarak terlalu dekat akan membuat mata cepat lelah dan memudahkan terjadinya gangguan penglihatan. Jarak yang baik 30-35 cm. Bagi pekerja yang selalu berdekatan dengan obyek atau bekerja dengan obyek yang kecil maka perlu merencanakan istirahat secara berkala untuk mengistirahatkan otot-otot mata. Menonton televisi sebaiknya dengan jarak 3,5-4 meter untuk menghindari kelelahan dan kerusakan mata.

Ketika terjadi masalah pada mata, baik itu mata merah, perih, gatal, atau sakit mata, tentu pertama kali yang ingin Anda gunakan adalah obat tetes mata. Banyak yang berfikir bahwa ini merupakan pilihan yang cepat dan tentunya mudah didapat. Masalah timbul ketika Anda pergi ke apotek atau toko obat untuk membeli obat tetes mata yang dimaksud. Bagaimana tidak, ternyata di sana ada banyak sekali macam-macam obat tetes mata, baik yang sudah cukup terkenal karena sering muncul di iklan, ada yang harganya mahal dan ada juga yang murah, lantas Anda pilih yang mana? Secara garis besar obat tetes mata digunakan untuk mengobati mata merah, mata kering, dan bahkan sakit mata. 

Obat tetes mata adalah sediaan steril berupa larutan atau suspensi, digunakan untuk mata dengan cara meneteskan obat pada selaput lendir mata di sekitar kelopak mata dan bola mata. Larutan obat tetes mata adalah larutan steril, bebas partikel asing. Pembuatan larutan obat mata membutuhkan perhatian khusus dalam hal toksisitas bahan obat, nilai isotonisitas, kebutuhan pengawet (dan jika perlu pemilihan pengawet) sterilisasi dan kemasan yang tepat. Obat tetes mata ada yang tergolong ke dalam obat bebas dan obat keras. Obat tetes mata yang tergolong dalam obat keras harus didapatkan menggunakan resep dokter dan akan diserahkan langsung oleh Apoteker. Apoteker akan menjelaskan cara penggunaan dan cara penyimpanan obat tetes mata dengan benar. Obat tetes mata yang tergolong dalam obat bebas bisa didapatkan pasien langsung di toko obat maupun tempat lain yang diserahkan bukan oleh Apoteker sehingga pasien tidak mendapatkan penjelasan terkait cara penggunaan dan penyimpanannya. Pasien yang menggunakan obat tetes mata harus mengetahui cara penggunaan dengan tepat agar menjamin keberhasilan pengobatan dan mencegah terjadinya efek yang tidak diinginkan akibat penggunaan tetes mata tersebut. Pasien juga harus memiliki pengetahuan bagaimana cara menyimpanan sediaan obat tetes mata dengan benar agar menjamin sterilitasnya. Obat tetes mata harus selalu steril karena digunakan langsung pada organ mata.

Jenis obat tetes mata

1. Steroid, Jika mata merah disebabkan oleh peradangan, misalnya karena iritasi, cedera, atau tindakan medis atau kondisi mata tertentu, dokter biasanya meresepkan obat tetes mata steroid untuk mengurangi reaksi radang.

2. Antibiotik, Pemberian antibiotik dapat secara efektif mengobati mata merah yang disebabkan oleh infeksi, seperti infeksi bakteri, virus, jamur, atau bahkan parasit.

3. Antihistamin, Mata merah yang disebabkan oleh alergi biasanya akan ditangani dengan obat mata merah mengandung antihistamin. Selain meredakan mata merah, obat ini juga mampu mengatasi reaksi alergi, seperti mata gatal atau berair, dengan menghalangi produksi zat histamin yang berlebihan.

4. Air mata buatan, Ketika jumlah atau kualitas air mata tidak cukup melembapkan lapisan mata, terjadilah kondisi mata kering yang dapat menyebabkan mata merah disertai rasa perih.

Perawatan paling umum untuk mata kering adalah jenis obat tetes mata yang disebut air mata buatan. Selain mata kering, air mata buatan juga bisa digunakan untuk meredakan iritasi mata

Efek samping obat tetes mata

Efek samping yang ditimbulkan oleh tetes mata bersifat lokal artinya hanya berefek pada mata saja, seperti mata merah, iritasi dan penglihatan kabur. Sebagian besar bahan medikasi pada tetes mata dapat tertinggal di dalam atau di sekitar mata. Tetapi dalam jumlah kecil dapat juga berefek pada tubuh.

Hal- hal yang dapat dilakukan untuk mencegah efek samping adalah

1. Berikan perhatian khusus terhadap konsumsi obat dan dosisnya pada anak dan bayi, usia lanjut dan pasien yang juga menderita gangguan ginjal, hati dan jantung.

2. Perhatikan petunjuk pada leaflet atau kemasan obat. Biasanya tertera efek samping yang mungkin terjadi, dengan begitu akan menjadi lebih waspada.

3. Perhatikan juga riwayat alergi yang terjadi. Dapat ditelusuri dari riwayat alergi yang terjadi di keluarga maupun alergi obat yang pernah terjadi.

4. Gunakan obat dengan indikasi yang jelas dan tepat, sesuai dengan yang diresepkan dokter.

5. Hindari pengobatan dengan berbagai jenis obat dan kombinasi sekaligus.

6. Bila dalam pengobatan terjadi gejala penyakit baru atau kondisi tidak membaik, sebaiknya ditelaah terlebih dahulu apakah perubahan tersebut karena perjalanan penyakit, komplikasi, kondisi pasien memburuk atau justru karena efek samping obat harus segera periksa ke dokter untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

 

Sumber 

1. Insan Sunan Kurniawansyah , dkk, PENGGUNAAN OBAT MATA YANG RASIONAL, Departemen Farmakologi Universitas Padjajaran Bandung, 2018

2. Erlina Ervamaulida, S.Farm, Apt, Mengenal Penggunaan Obat Mata Yang Benar, RSUP dr. SoeradjiTirtonegoro, 2023

Gambar : RRI

February 6, 2024

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat

Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat

Jalan D.A. Hadi No. 7 Pontianak
sekretariatdinkeskalbar@gmail.com