WASPADA TERHADAP DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI MUSIM PANCAROBA

Di cuaca antara musim penghujan dengan musim kemarau seperti sekarang ini kelembaban suhu udara  yang tinggi  menyebabkan nyamuk mudah untuk bersarang. maka pada musim pancaroba di bulan April dan Mei, secara statistik data kita masih sering menunjukkan peningkatan kasus demam berdarah, dalam hal ini juru bicara atas nama Pemerintah RI tentang penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Jumat (3/4/2020), mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman demam berdarah karena Indonesia akan memasuki masa pancaroba. Diharapkan sikap waspada terhadap demam berdarah tak menimbulkan korban.

Demam Berdarah Dengue atau DBD biasa menyerang saat musim penghujan. Indonesia merupakan  negara beriklim tropis yang merupakan tempat hidup yang sangat disukai oleh nyamuk. Demam berdarah  ini bisa menjadi penyakit yang mematikan jika tidak segera ditangani. Pada, anak-anak seringkali menjadi sasaran dari penyakit DBD karena anak-anak yang banyak di gigit nyamuk yang menyebabkan penyakit ini. Orangtua, sebaiknya berusaha mencegah agar anak dan seluruh anggota keluarga dapat terhindar dari penyakit DBD. Juga perlu bersikap tanggap  jika ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala penyakit demam berdarah.

Nyamuk demam berdarah memiliki siklus berbeda dari nyamuk biasa. Nyamuk ini biasa aktif dari pagi jam 09.00 sampai sekitar jam 15.00 WIB untuk menghisap darah manusia yang dapat menyebarkan virus demam berdarah. Sedangkan pada malam hari, nyamuk ini tidur. Maka, berhati-hatilah terhadap gigitan nyamuk pada siang hari dan cegah nyamuk ini menggigit anak yang sedang tidur siang.

Kebiasaan dari nyamuk ini adalah  senang berada di genangan air bersih dan di daerah yang banyak pohon seperti di taman atau kebun. Genangan air pada pot bunga mungkin menjadi salah satu tempat yang disukai nyamuk.

Gejala demam berdarah, jika seseorang yang terinfeksi virus Demam Berdarah Dengue (DBD), umumnya menunjukkan gejala-gejala berikut:

  • Demam tinggi terus menerus, suhu badan sekitar 39 – 40 derajat celcius dan  menyebabkan sakit kepala pada penderita.
  • Demam tanpa disertai batuk-batuk.
  • Sakit perut atau mual.
  • Badan terasa pegal atau nyeri pada persendian.
  • Muncul bintik-bintik merah, tetapi hal ini tidak selalu terjadi pada setiap kasus.

Jika ada anggota keluarga Anda menunjukkan gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk mendapat pengobatan. Jangan biarkan demam terlalu lama karena dapat mengakibatkan terlambat untuk ditolong. Untuk lebih pastinya, Anda dapat melakukan cek darah.

Pencegah DBD dapat di lakukan dengan  gerakan 3M yaitu menutup tempat penyimpanan air, menguras bak mandi dan mengubur barang-barang yang tidak terpakai agar larva nyamuk yang akan berkembang di genangan air tidak dapat berkembang. Cegah gigitan nyamuk dengan memakai lotion anti nyamuk atau obat pengusir nyamuk. Mennggunakan bubuk Abate pada selokan dan penampungan air agar tidak menjadi tempat bersarangnya nyamuk.

Jaga kondisi tubuh tetap sehat karena kondisi tubuh yang kuat dapat  membantu tubuh untuk menangkal virus yang masuk sehingga walau terkena gigitan nyamuk, virus tidak akan berkembang.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Back To Top