Vaksinasi COVID-19 untuk Anak Usia 6-11 Tahun direncanakan Dimulai di Tahun 2022

Badan POM beberapa waktu lalu sudah memberikan lampu hijau terkait pemberian vaksin untuk anak dibawah 12 tahun tepatnya 6-11 tahun. Tetapi bagaimana dengan pelaksanaannya dilapangan?

Dengan adanya pernyataan tersebut sudah banyak masyarakat yang bertanya-tanya, kapan vaksinasi untuk anak 6-11 tahun akan dimulai?

Lalu, Kapan Akan Dimulai?

Satgas Penanganan Covid-19 melalui laman resminya mengumumkan, bahwa vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Indonesia dimulai pada tahun 2022 di Kabupaten/Kota yang telah mencapai target dosis 1 lebih dari 70% total sasaran dan lebih dari 60% populasi lanjut usia (lansia). Ini juga menyusul izin penggunaan darurat vaksin COVID-19 Sinovac untuk anak-anak usia 6-11 tahun dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dan juga pada 2022 nanti, direncanakan pengadaan baru untuk memenuhi kebutuhan 58,7 juta total dosis vaksin untuk melakukan vaksinasi pada 26,4 juta anak usia 6-11 tahun

Rekomendasi IDAI

Pada tanggal 2 November 2021, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan rekomendasi pembaruan terkait pemberian Vaksin COVID-19 pada anak usia 6 tahun ke atas.

Hal ini terkait dengan dikeluarkannya izin penggunaan dalam keadaan darurat (EUA) vaksin Coronavac produksi Sinovac untuk anak berusia 6 – 11 tahun oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta telah dimulainya pembelajaran tatap muka.

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) menyatakan bahwa rekomendasi terbaru ini dikeluarkan karena anak juga dapat tertular dan atau menularkan virus corona dari dan ke orang dewasa di sekitarnya (orang tua, orang lain yang tinggal serumah, orang yang datang ke rumah, teman atau guru di sekolah pada pembelajaran tatap muka) walau tanpa gejala.

IDAI merekomendasikan pemberian vaksin kepada anak usia 6 tahun ke atas diberikan secara intramuskular dengan dosis 3ug (0,5 ml) sebanyak dua kali dengan jarak dosis pertama dan dosis kedua yaitu 4 minggu.

IDAI juga mengingatkan, vaksinasi Covid-19 tidak direkomendasikan untuk anak yang memiliki atau mengalami kontraindikasi sebagai berikut:

– Defisiensi imun primer, penyakit autoimun tidak terkontrol.

– Penyakit Sindrom Gullian Barre, mielitis transversa, encephalomyelitis.

– Anak kanker yang sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi.

– Anak yang sedang menjalani pengobatan imunosupresan atau sitostatika berat.

– Anak yang sedang mengalami Demam 37,50 derajat celcius atau lebih.

– Anak yang baru sembuh dari Covid-19 kurang dari 3 bulan dan pascaimunisasi lain yang kurang dari 1 bulan.

– Anak yang memiliki hipertensi dan diabetes melitus.

– Anak yang memiliki penyakit kronik atau kelainan kongenital yang tidak terkendali

IDAI juga menyarankan, sebelum dan sesudah vaksinasi semua anak harus tetap memakai masker dengan benar, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan tidak bepergian bila tidak penting.

Pelaksanaan imunisasi juga mengikuti kebijakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dan dimulai setelah mempertimbangkan kesiapan petugas kesehatan, sarana, prasarana, serta masyarakat.

Sumber: Covid.go.id, Idai.or.id

#DinkesKalbar #SatgasCovid19 #IDAI #VaksinasiAnak

Bagikan Berita:
Share on email
Back To Top