UPAYA DINAS KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT MELAKUKAN PEMERIKSAAN RAPID TEST BAGI PENDERITA PENYAKIT KRONIS DI WILAYAH KOTA PONTIANAK

Indonesia merupakan salah satu Negara dengan kasus Covid-19  yang  setiap hari terus bertambah. Untuk mencegah penyebaran Covid-19, Presiden Joko Widodo menginstruksikan untuk melakukan rapid test di beberapa wilayah di Indonesia yang memiliki kasus COVID-19. Tes ini ditujukan agar pemerintah dan petugas kesehatan bisa mengetahui siapa saja orang yang berpotensi menyebarkan virus Covid-19 agar dapat dilakukan tindakan pencegahan dan kasus COVID-19 tidak semakin bertambah.

Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Covid-19. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan Covid-19, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu.

Jadi, rapid test di sini hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Covid-19. Tes yang dapat memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus Corona sejauh ini hanyalah pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan ini bisa mendeteksi langsung keberadaan virus Corona, bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus ini.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat  menindak lanjuti instruksi Presiden RI Joko Widodo yaitu, melakukan pemeriksaan Rapid Test keberbagai tempat yang rawan berisiko terhadap penularan Covid-19, diatur berdasarkan jadwal sebagai berikut : pada hari Kamis 30 April 2020 Jam 08.00 – 10.00 WIB sampai dengan Jam 10.00 – 12.00 WIB dibagi dua  pemeriksaan, yaitu peserta Senam Asma dan Anggota Perwatusi dan Komunikasi Senam Jantung, Asma, Osteoporosis dan Diabetes cabang RSUD dr. Soedarso. hari Jum’at,  8 Mei Tahun 2020 Jam 08.00 – 10.00 WIB pemeriksaan peserta dari Puskesmas Alianyang, hari Sabtu, tanggal 9 Mei Tahun 2020 Jam 08.00 – 10.00 WIB peserta dari Puskesmas Gang Sehat dan  Puskesmas Perum 2 Jam 10.00 – 12.00 WIB, Puskesmas Purnama  Jam 12.00 – 14.00 WIB. Hari Senin, 11 Mei 2020 08.00 – 10.00 WIB peserta Puskesmas Karya Mulia, 10.00 – 12.00 WIB  Puskesmas Kampung Bangka, 12.00 – 14.00 WIB Puskesmas Perum 1, hari Selasa, 12 Mei  2020 08.00 – 10.00 Puskesmas Paris 2, 10.00 – 12.00 WIB Puskesmas Komyos Soedarso, 12.00 – 14.00 WIB Puskesmas Kampung Bali, hari Rabu, 13 Mei  2020 08.00 – 10.00 WIB Puskesmas Pal Tiga, 10.00 – 12.00 WIB Puskesmas Pal Lima.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dr. Harisson, M.Kes menghimbau kepada peserta pemeriksaan Rapid tes agar apabila hasil rapid test peserta positif, jangan panik  dan harus melakukan isolasi mandiri dan selama isolasi, hindari berpergian dan kontak dengan orang lain yang tinggal serumah, sambil menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Terapkanphysical distancing, yaitu menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain dan kenakan masker saat harus berinteraksi dengan orang lain.

Prosedur pemeriksaan rapid test dimulai dengan mengambil sampel darah dari ujung jari yang kemudian diteteskan ke alat rapid test. Selanjutnya, cairan untuk menandai antibodi akan diteteskan di tempat yang sama. Hasilnya akan berupa garis yang muncul 10–15 menit setelahnya.

Jika hasil rapid test positif menandakan bahwa orang yang diperiksa pernah terinfeksi virus Covid-19, Meski begitu, orang yang sudah terinfeksi virus Corona dan memiliki virus ini di dalam tubuhnya bisa saja mendapatkan hasil rapid test yang negatif karena tubuhnya belum membentuk antibodi terhadap virus Corona.

Jadi, perlu dilakukan pengambilan swab untuk tes PCR guna memastikan apakah benar terdapat infeksi SARS-CoV-2. Sebelum melakukan tes PCR atau selama menunggu hasilnya, Anda harus menjalani isolasi mandiri di rumah selama paling tidak 14 hari. Dan jika hasilnya negatif, pemeriksaan rapid test perlu diulang sekali lagi 7–10 hari setelahnya. Anda juga tetap disarankan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari walaupun tidak mengalami gejala sama sekali dan merasa sehat.

Selama isolasi, hindari berpergian dan kontak dengan orang lain yang tinggal serumah, sambil menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain dan kenakan masker saat harus berinteraksi dengan orang lain. Selain itu apa pun hasil rapid test-nya, pantau terus kondisi kesehatan Anda. Bila muncul gejala Covid -19, seperti batuk, demam, suara serak, dan sesak napas, segera hubungi fasilitas layanan kesehatan atau hotline COVID-19 untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Back To Top