TIM TGC Dinkes Kalbar Gerak Cepat Antisipasi Monkeypox

Pontianak, Dinkes Prov. Kalbar

Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar melakukan gerak cepat dan langsung berkoordiniasi dengan Tim Gerak Cepat (TGC) Kesehatan dalam upaya melakukan langkah-langkah antisipasi mencegah penyebaran virus monkeypox (cacar monyet). Hal ini di sampaikan Kabid P2P Dinkes Provinisi Kalbar, Subari,S.Si, M.Kes  (Senin 13/5).

Menurut Subari, langkah ini di ambil dalam upaya mengantisipasi masukknya/terjadinya kasus cacar monyet tersebut ke wilayah Kalimantan  Barat, menginggat Kalbar memiliki akses penerbangan langsung dari Singapura via Batam ataupun Malaysia.

Hasil  Koordinasi dengan Tim TGC , bahwa   ada beberapa  poin yang menjadi langkah  antisipasi dinkes Kalbar terhadap kasus Monkey Pox tersebut, yaitu  yang pertama dinkes Kalbar segera  melakukan Koordiniasi dengan pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan Pontianak ,  terkait dengan akses transportasi penumpang baik melalui udara dan laut yang masuk ke Indonesia dengan manisfest  Singapura – Batam –Pontianak PP .

Selanjutnya  yang ke dua Dinkes Kalbar membuat surat edaran dalam upaya peningkatan Kewaspadaan dini terhadap kasus MonkeyPox  ke Dinkes Kabupaten Kota se Kalbar,  dan Yang ke tiga adalah terus menerus  melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap Jemaah Umroh  asal Kalimantan Barat yang   keberangkatan dan kepulangannya melalui Batam Menuju Arab Saudi

Sementara itu Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Provinsi Kalbar, dr Erna Julianti, menambahkan  bahwa dari tiga hal yang di jelaskan Kabid P2P tersebut, tim TGC juga terus melakukan pengawasan pada system alert dan EWARS  sebagai upaya ke empat

Disamping itu “Tim TGC juga akan tetap terus melakukan pengawasan dan monitoring  selama tiga hari saat munculnya issu tersebut”. Jika kasus tersebut berdasarkan kajian Epidemiologi mengarah ke Kejadian Luar Biasa (KLB ) maka  segera melakukan rapat lanjutan untuk menentukan  langkah – langkah strategis dalam upaya melindungi masyarakat  Kalbar dari virus Monkey Pox .

Selanjutnya, dr Erna Julianti  menyampaikan HIMBAUAN UNTUK MASYARAKAT, yaitu  :

  • Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan dengan sabun
  • Menghindari kontak langsung dengan tikus atau primata dan membatasi pajanan langsung dengan darah atau daging yang tidak dimasak dengan baik.
  • Menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau material yang terkontaminasi.
  • Menghindari kontak dengan hewan liar atau mengkonsumsi daging yg diburu dari hewan liar (bush meat)
  • Pelaku perjalanan yang baru kembali dari wilayah terjangkit monkeypox agar segera memeriksakan dirinya jika mengalami gejala-gejala demam tinggi yang mendadak, pembesaran kelenjar getah bening dan ruam kulit, dalam waktu kurang dari 3 minggu setelah kepulangan, serta menginformasikan kepada petugas kesehatan tentang riwayat perjalanannya.
  • Petugas kesehatan agar menggunakan sarung tangan dan baju pelindung saat menangani pasien atau binatang yang sakit. (sur) (ns-bid P2P/sie survim)

BERITA DI PUBLISH OLEH TIM WEBSITE
DINAS KESEHATAN PROVINSI KLAIMANTAN BARAT

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Recent Post