Tim Riset Risbinkesda Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Mengadakan FGD Paparan Hasil Riset “Evaluasi Imunisasi Dasar Lengkap Di Kota Singkawang Tahun 2020” Di Puskesmas Singkawang Selatan I Kota Singkawang

Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Maksud dengan adanya program imunisasi adalah menurunkan kesakitan, kecacatan & kematian akibat (PD3I), Situasi dimana sebagian besar masyarakat terlindungi/kebal terhadap penyakit tertentu sehingga menimbulkan dampak tidak langsung (indirect effect) yaitu turut terlindunginya kelompok masyarakat yang bukan merupakan sasaran imunisasi dari penyakit yang bersangkutan dan herd immunity ini  dapat tercapai hanya dengan cakupan imunisasi yang tinggi dan merata Secara singkat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi tersebut adalah : Difteri, Pertusis, Tetanus, Tuberkulosis, Campak, Poliomielitis, dan Hepatitis B.

Tim Riset Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat melakukan pertemuan paparan hasil Riset yang berjudul “Evaluasi Imunisasi Dasar Lengkap Di Kota Singkawang Tahun 2020” pada tanggal 5 November 2020 di Puskesmas Singkawang Selatan I kota Singkawang yang dihadiri oleh Penanggung Jawab Program Imunisasi Puskesmas terdiri dari 10 Puskesmas yang ada di kota Singkawang, Kasi Infokes Dinkes kota Singkawang, Pj. Imunisasi Dinkes Kota Singkawang. Dalam sambutannya Tim Riset memaparkan hasil riset yang diadakan di Aula pertemuan Puskesmas Singkawang Selatan I yang dihadiri oleh PJ. Imunisasi Puskesmas di kota Singkawang atau  yang mewakili.

Hasil riset diperoleh berdasrkan analisis menyatakan hubungan antara lingkungan sosial responden dengan perilaku Ibu mengimunisasikan anaknya, diperoleh bahwa ibu yang memiliki lingkungan sosial kurang mendukung serta kurang mendukung perilakunya dalam mengimunisasikan anaknya sebanyak 42 (60,9%) dari 69 ibu, sedangkan diantara lingkungan sosial yang mendukung yang dimiliki ibu yang kurang mendukung perilakunya dalam mengimunisasikan anaknya sebanyak 8 (25,8%) dari 31 Ibu. Untuk hasil uji statistic diperoleh nilai p=0,002, maka dapat disimpulkan pada α 5% ada perbedaan proporsi perilaku ibu terhadap pemberian imunisasi dasar pada bayi. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai RP=2,3 dan nilai 95% CI = 1,261-4,412, maka lingkungan sosial merupakan faktor risiko. Ini berarti bahwa Lingkungan sosial yang kurang mendukung mempunyai peluang 2,3 kali untuk kurang mendukung perilaku ibunya dalam pemberian imuniasasi pada anaknya.

Kemudian hasil analisis hubungan antara Pegetahuan Responen dengan Perilaku Ibu Mengimunisasikan anaknya, diperoleh bahwa ibu yang memiliki Pengetahuan kurang baik dan kurang mendukung perilakunya dalam mengimunisasikan anaknya sebanyak 29 (54,7%) dari 53 ibu, sedangkan diantara Pengetahuan yang baik dan dimiliki ibu yang kurang mendukung perilakunya dalam mengimunisasikan anaknya sebanyak 21 (44,7%) dari 47 Ibu. Dan hasil uji statistik diperoleh nilai p=0,684, maka dapat disimpulkan pada α 5% tidak ada perbedaan proporsi perilaku ibu terhadap pemberian imunisasi dasar pada bayi. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai RP=0,4 dan nilai 95% CI = 0,820-1,830, maka pengetahuan ibu bukan merupakan faktor risiko.

Setelah paparan hasil riset diatas, Dinkes kota Singkawang berharap hasil Riset ini memberikan hasil yang baik dalam capaian Imunisasi di kota Singkawang, dengan terjalinnya kerjasama antar lintas sektor di kota singkawang dan perlunya promosi kesehatan untuk perubahan prilaku masyarakat dalam mengetahui pentingnya Imunisasi dasar lengkap. Pertemuan FGD dilakukan dengan protokol kesehatan, menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan sebelum dan sesudah pertemuan.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Back To Top