Tim Riset Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Melaksanakan Seminar Hasil Riset “ Evaluasi Imunisasi Dasar Lengkap Di Kota Singkawang Tahun 2020 ” Melalui Zoom Meeting Di Masa Pandemi Covid-19

Seminar hasil penelitian Riset adalah kegiatan pertanggungjawaban secara  ilmiah  yang dilakukan oleh  peneliti di tahap akhir pelaksanaan penyusunana penelitian. Kegiatan seminar hasil penelitian merupakan tahapan akhir dari kegiatan penelitian selesai di tahun akhir pelaksanaan sesuai dengan rencana lama kegiatan.

Tim Riset Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan Seminar Hasil Riset dengan judul  Riset  “Evaluasi Imunisasi Dasar Lengkap Di Kota Singkawang Tahun 2020” Melalui Zoom Meeting Di Masa Pandemi Covid-19 pada hari Selasa tanggal 17 November 2020. Kegiatan zoom meeting dilakukan pada jam 13.00 WIB s/d selesai, dan dihadiri oleh Tim Riset Dinkes Prov Kalbar, Pembina Dr. dr Harimat Hendrawan, M,Kes, Prof. Anwar Musadad, S.K.M, M.Kes, pembahas oleh Gurendro Putro, Yuyun Yuniar, N.K Aryastami dan moderator dari Litbangkes  serta para staf litbangkes.   

Hasil analisis hubungan antara lingkungan sosial responden dengan perilaku Ibu mengimunisasikan anaknya, diperoleh bahwa ibu yang memiliki lingkungan sosial kurang mendukung serta kurang mendukung perilakunya dalam mengimunisasikan anaknya sebanyak 42 (60,9%) dari 69 ibu, sedangkan diantara lingkungan sosial yang mendukung yang dimiliki ibu yang kurang mendukung perilakunya dalam mengimunisasikan anaknya sebanyak 8 (25,8%) dari 31 Ibu.

Hasil uji statistic diperoleh nilai p=0,002, maka dapat disimpulkan pada α 5% ada perbedaan proporsi perilaku ibu terhadap pemberian imunisasi dasar pada bayi. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai RP=2,3 dan nilai 95% CI = 1,261-4,412, maka lingkungan sosial merupakan faktor risiko. Ini berarti bahwa Lingkungan sosial yang kurang mendukung mempunyai peluang 2,3 kali untuk kurang mendukung perilaku ibunya dalam pemberian imuniasasi pada anaknya.

Berdasarkan hasil yang didapat, maka disimpulkan :

  1. Bahwa berdasarkan analisa hasil kuantitatif bahwa lingkungan sosial yang kurang mendukung mempunyai peluang 2,3 kali untuk kurang mendukung perilaku ibunya dalam pemberian imunisasi pada anaknya, dan ini sesuai dengan hasil analisa kualitatif bahwa ada faktor budaya dan trauma paska imunisasi dalam keluarga yang menyebabkan rendahnya akses imunisasi di Kota Singkawang.
  2. Bahwa imunisasi dipahami oleh para tokoh masyarakat dan tokoh agama, masyarakat juga mengerti manfaat dari imunisasi
  3. Program imunisasi di Kota Singkawang belum berjalan  maksimal oleh karena beberapa faktor, yaitu : adanya budaya 40 hari tidak boleh keluar rumah baik ibu nifas dan bayinya, pada etnis Tionghoa yang mayoritas penduduk Kota Singkawang, adanya trauma akan adanya efek demam akibat imunisasi bahkan dapat  meyebabkan kejang, kesibukan orang tua pada pagi atau siang hari karena bekerja sehingga imunisasi diakses pada dokter swasta, bidan praktek mandiri dan klinik
  4. Efek samping yang sering terjadi adalah  demam, sehingga karena efek samping ini membuat orang tua trauma membawa anaknya untuk diimunisasi
Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Back To Top