TIM RISET DINAS KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT MELAKSANAKAN RISBINKESDA TAHUN 2020 SESUAI DENGAN PROTOKOL KESEHATAN BERJUDUL “RISET EVALUASI PROGRAM IMUNISASI DASAR LENGKAP DI KOTA SINGKAWANG TAHUN 2020”

Imunisasi merupakan upaya untuk menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit atau usaha untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin kedalam tubuh guna merangsang pembuatan anti bodi yang bertujuan untuk mencegah penyakit tertentu. Di Indonesia, imunisasi yang telah diwajibkan oleh pemerintah sebagaimana juga yang telah diwajibkan WHO antara lain; imunisasi BCG, DPT, Hepatitis, Campak dan Polio. Imunisasi  wajib diberikan pada bayi usia 0-9 bulan. Pelayanan imunisasi dapat diperoleh di unit pelayanan kesehatan milik pemerintah, seperti Rumah Sakit, Puskesmas bahkan Posyandu.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tidak terlaksananya imunisasi antara lain kurangnya keterlibatan petugas kesehatan dan partisipasi masyarakat, Peran serta orang tua terutama ibu sebagai pengasuh bayi merupakan penentu pemberian imunisasi pada seorang bayi minimal sampai 9 bulan. Hal ini yang merupakan  faktor utama dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan program imunisasi di Indonesia. Salah satu efek samping imunisasi adanya reaksi panas pada badan balita sehingga bayi atau anak dianggap sakit setelah diimunisasi,  sehingga orang tua menolak membawa anaknya untuk memperoleh imunisasi. Selain faktor isu di atas, faktor kurangnya pengetahuan masyarakat terutama ibu bayi tentang pentingnya imunisasi itu sendiri turut berperan penting dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan Imunisasi.

Pelaksanaan Risbinkesda tahun 2020 berlangsung selama 10 bulan, yang dimulai bulan Februari s/d November tahun 2020. Dalam arahannya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dr. Harisson M.Kes selaku pembina pada pelaksanaan Riset di Kota Singkawang turut mendukung dan memberikan support untuk Tim Riset, karena Kota Singkawang merupakan salah satu kota di Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki pencapaian UCI terendah, yaitu sebesar 30,8%.Untuk itu diharapkan dengan adanya Riset dapat diketahui faktor penyebab rendahnya capaian UCI dan dapat ditindaklanjuti penyelesaiannya. Tim Riset terdiri dari empat orang ASN Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Bahrudin, S.Kp.M.Kes, Budihariansyah, S.Si, Tri Murtiningsih, SKM, Nurul Bariyah, SKM dan sebagai pembimbing Dr. dr.Harimat Hendrawan, M.Kes.  Diharapkan Dinas Kesehatan Kota Singkawang dan pemegang program terkait Imunisasi dapat meningkatan cakupan imunisasi di Kota Singkawang sesuai dengan program nasional.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Back To Top