Tim Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Melakukan Pemeriksaan Swab Kepada Masyarakat di Kota Pontianak

Pemeriksaan Swab merupakan cara untuk memperoleh bahan pemeriksaan ( sampel ) yang dilakukan pada nasofaring juga orofarings. Pengambilan sampel ini dilakukan dengan cara mengusap rongga nasofarings juga orofarings dengan menggunakan alat khusus seperti coton bud. Tes PCR ini bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan materi genetik yang ada di dalam setiap makhluk hidup, termasuk virus dan bakteri. Kemampuan tes PCR dalam mendeteksi materi genetik tersebut bisa digunakan untuk mendeteksi sejumlah penyakit infeksi antara lain, Infeksi human papillomavirus (HPV), Infeksi human immunodeficiency virus (HIV), Hepatitis C, COVID-19.

Setelah pengambilan sampel selesai, akan dilakukan pengiriman sampel untuk selanjutnya diproses dan dibaca oleh alat PCR. Pengambilan sampel di masukkan ke tabung plastik, kemudian tabung plastik ditutup rapat, selanjutnya diolah dan dimasukkan ke alat PCR untuk mendapatkan hasil. Hasil tes PCR bisa diketahui dalam waktu 1–2 hari. Tes PCR melalui 3 proses, mulai dari pengambilan sampel, ekstraksi materi genetik dari sampel, amplifikasi atau penggandaan materi genetik, dan pembacaan hasil. Hasil tes PCR akan menunjukkan positif atau negatif. Hasil positif berarti pasien terkonfirmasi menderita penyakit tersebut. Sebaliknya, hasil negatif berarti pasien tidak menderita penyakit tersebut.

Tim Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat melakukan pemeriksaan swab kepada masyarakat di kota Pontianak sejak bulan  Agustus tahun 2020, pemeriksaan swab dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang positif menderita COVID-19. Jika seseoarang menderita Covid-19  akan menjalani isolasi di ruangan khusus guna mendapatkan perawatan medis. Sampel jaringan dari pasien akan diambil setiap hari untuk diperiksa. Pasien akan dikeluarkan dari ruang isolasi rumah sakit jika pemeriksaan sampel memberikan hasil negatif sebanyak dua kali berturut-turut. Sedangkan untuk pasien dengan hasil swab  yang negatif, dirawat sesuai dengan penyebab penyakit yang dialaminya.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Back To Top