Tim Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Melaksanakan Test Swab Ke Beberapa Sekolah Di Kota Pontianak

Salah satu upaya dalam pegendalikan penyebaran pandemi virus COVID-19, kebijakan diambil oleh pemerintah  untuk mengurangi penyebaran tersebut dengan memberlakukan sekolah tatap muka tidak secara langsung atau dengan belajar dari rumah secara online. Hal ini karena dengan adanya sosialisasi secara langsung di sekolah dapat menyebabkan penyebaran virus semakin berkembang. Pelaksanaan belajar dari rumah diberlakukan pada bulan Maret Tahun 2020 dan disesuaikan dengan kebijakan daerah masing-masing Provinsi di seluruh Indonesia.  Sekolah yang merupakan  potensi penyebaran virus COVID-19 karena adanya interaksi secara langsung antara murid, guru, dan orang tua maupun pihak sekolah yang berada di sekolah dengan jarak yang dekat. Penutupan sementara sekolah  dilakukan selama dua minggu. Penyebaran virus Covid-19  semakin meningkat di berbagai daerah di Provinsi di Indonesia karena itu pemberlakuan penutupan sekolah diperkirakan sampai dengan bulan September Tahun 2020.

Kalimantan Barat khususnya di kota Pontianak maupun di kabupaten  mulai melakukan sekolah tatap muka dengan protokol kesehatan, pelaksanaan sekolah ini masih uji coba pada bulan Agustus dengan melakukan pemeriksaan  Swab kepada pihak sekolah yang memberlakukan sekolah secara langsung. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dr. Harisson, M.Kes mengatakan apabila dalam tahap percobaan sekolah tatap muka secara langsung ini ternyata masih ada pihak sekolah yang terconfirmasi virus Covid-19, maka pemberlakuan sekolah dari rumah akan tetap dilaksanakan.  Namun setelah dilakukan pemeriksaan dari 604 orang guru dan siswa yang melakukan  tes swab maka diketahui sebanyak 14 siswa dan 8 guru di Kalimantan Barat terkonfirmasi positif  virus Covid-19, untuk itu penambahan kasus  positif Covid-19 sebanyak 22 orang  ujar dr. Harisson. penularan virus Covid-19 terdapat pada  SMA 1 Ketapang, SMA 1 Ngabang, SMA 1 Pontianak, SMPN 1 Pontianak, serta SMAN 2 dan SMAN 3. Untuk itu sekolah tatap muka secara langsung tidak dilaksanakan sampai virus  Covid-19  hilang.

 Untuk itu beliau menghimbau kepada masyarakat agar tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan menjaga jarak 1 s/d 2 meter, menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan air mengalir, makan makanan yang bergizi dan minum vitamin, berolah raga untuk meningkatkan system imunitas tubuh dan selalu jaga kesehatan.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top