Tiga Harapan Menkes di Rakerkesda Kalbar 2019

Pontianak, Dinkes Prov. Kalbar

Menteri Kesehatan RI, Nila Moelok mengaharapkan tiga upaya yang bisa dilakukan Provinsi yaitu Penguatan kolaborasi antara Pusat dan Daerah, kedua, Pemerintah Daerah menyiapkan setiap tahapan untuk Implementasi SPM bidang kesehatan, ketiga Pemerintah Daerah (Kabupaten/Kota) menyusun Rencana Aksi Daerah melalui penguatan sistem kesehatan (regulasi/ manajemen, perbaikan pelayanan, penguatan pemberdayaan masyarakat, penguatan sumber daya, penguatan pembiayaan, dan perbaikan.  Hal ini di sampaikan Menkes pada kegiatan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Kalimantan Barat di Hotel Kapuas Palace, Pontianak, Kamis (28/3). 

Dalam kesempatan tersebut , Menkes juga mengapresiasi Program Desa Mandiri yang digagas oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji. Menurut dia, upaya ini bisa meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Kementerian Kesehatan,  tengah mencoba memaksimalkan program yang ada untuk menangani persoalan keterbatasan tenaga kesehatan di daerah khususnya di tingkat kecamatan dan desa,  di antaranya melalui Nusantara Sehat yang menempatkan para tenaga medis di pos-pos perbatasan.

Menkes RI  juga menyampaikan  bahwa tindak lanjut dari Rakerkesnas 2019 yang harus pada dilaksanakan pada  Rakerkesda Dinas Keehtan Provinsi Kalbar antara lain, untuk segera menyusun dan melaksanakan rencana aksi daerah dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, penurunan AKI dan AKN peningkatan kapasitas dan mutu pelayanan kesehatan, pemenuhan SDM, obat, vaksin serta alat kesehatan .

Selain itu lanjut Menkes RI  Dinkes provinsi dan kabupaten/kota juga harus  melanjutkan upaya penurunan stunting, pengendalian tuberkulosis dan peningkatan cakupan imunisasi secara lebih intensif dengan pendekatan PIS-PK dan GERMAS, dalam upaya mencapai pemenuhan  target Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan, ungkap Menkes.

Disamping itu Sekretaris Jendral Kementrian Kesehatan RI ( drg Oscar Primadi, MPH ) juga berpesan bahwa dalam Rakerkesda tingkat provinsi tahun 2019 , harus mengangkat isue  percepatan penyediaan portal satu data kesehatan. Dimana menurut arahan beliau harus ada side event tentang SIKDA Generik dan Sisrute yang menjadi salah satu solusi  dalam penyedian data kesehatan yang berkualitas  ( valid, akurat, konsisten, cepat  realtime dan up to date )  yang dikemas dalam Aplikasi berbasis web  (sur/cek-ok dkw)

BERITA DI PUBLISH OLEH TIM WEBSITE
DINAS KESEHATAN PROVINSI KLAIMANTAN BARAT

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Recent Post