Date & Time |
Menu

“ SIKDA GENERIK, MODEL SIP ELEKTRONIK PUSKESMAS MASA KINI “

Pontianak, Dinkes Prov. Kalbar

Ketersediaan satu data kesehatan di provinsi Kalimantan Barat  yang bekualitas menjadi prioritas dan komitmen bersama dari jajaran dan praktisi kesehatan baik di Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupten/Kota dan Puskesmas serta jejaringya.  Sistem Informasi Kesehatan Daerah yang saat ini telah dikembangkan oleh pusdatin kemenkes dengan aplikasi SIKDA Generik modul puskesmas yang saat ini sebagian besar telah memenuhi kebutuhan SIP  dan transaksi layanan di puskesmas. Hal ini di sampaikan Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI DR. drh. Didi Budijanto M.Kes yang telah menyempatkan diri di sela-sela kegiatan Penutupan Pertemuan Pengelolaan Data Kesehatan, Pontianak, (27/3).

Selanjutya DR Didi menuturkan bahwa beberapa daerah di Indonesia sudah mulai menggunkannya namun proses implementasinya masih sangat lamban, karena berpakaitan dengan sarana, infrastruktur pendukung, termasuk komitmen pemegang kebijakan baik di tingkat puskesmas maupun di tingkat kab/kota, “Realisasinya bukan saja soal pembuatan aplikasi atau program dan menjalankan, akan tetapi berkaitan dengan saran infrastruktur penunjangnya, seperti kemampuan internet dan SDM yang kita miliki,” ujarnya.

Dalam penyampaian beliau di Rakerkesda Provinsi Kalimantan Barat 2019 , bahwa pusdatin  secara bertahap telah  mengembangkan sistem informasi data kesehatan yang muaranya nanti akan berhubungan dengan akurasi data, percepatan informasi dan akses data.

“Saya kira itu tentu akan nyambung dengan program pak gubernur kaitanya dengan satu data Kalbar,” ujarnya.

Ia menyampaikan saat ini memang terdapat beberapa pos layanan kesehatan dan kabupaten/kota yang telah mulai menguji cobakan terkait sistem informasi data kesehatan. Dipuskesmas sendiri ada aplikasi terkait pelayanan JKN (P’Care)  , yang saat ini sudah bridging dengan  SIKDA Generik dan dengan Dukcapil ,” ujarnya.

Ditambahkan oleh DR.drh. Didik, bahwa Kementerian Kesehatan menawarkan 3 (tiga) topologi yang bisa di pilih oleh puskesmas dalam menggunakan Sistem Informasi Puskesmas antara lain : (1) Topologi I adalah untuk puskesmas yang belum menggunakan sistem pencatatan dan pelaporan elektronik. Untuk topologi I ini Kementerian Kesehatan menyarankankan mengunakan SIKDA Generik versi 1.4.

Topologi II lanjut Kapusdatin, adalah puskesmas yang telah menggunakan SIKDA Generik, namun puskesmas tersebut juga memiliki server sendiri untuk mengolah data yang dibutuhkan di puskesmas.

Dan yang ketiga atau Topologi III.ungkap DR.Drh Didik, Puskesmas yang menggunakan Sistem Informasi lain selain SIKDA. Puskesmas ini dapat mengirimkan data ke Kementerian Kesehatan dengan fasilitas pertukaran data/interoperabilitas. Terkait keamanan informasi, untuk kedepannya Kementerian Kesehatan mengharapkan semua data kesehatan ada di server Kementerian Kesehatan sehingga data tidak mudah disalahgunakan. Kata Drh. Didik menjelaskan. (sur/ cek-ok dkw)

BERITA DI PUBLISH OLEH TIM WEBSITE
DINAS KESEHATAN PROVINSI KLAIMANTAN BARAT

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Recent Post

Back To Top