Date & Time |
Menu

SEMINAR KESEHATAN DAN LAUNCHING INOVASI APLIKASI BUNGA NAKITA (PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK KITA) MENDUKUNG DERAJAT KESEHATAN ANAK DIKALIMANTAN BARAT SEBAGAI RANGKAIAN KEGIATAN HKN KE-55

Hari Kesehatan Nasional (HKN) diperingati setiap tanggal 12 November,  berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan baik di tingkat Provinsi maupun diKabupaten/Kota. Sebagai salah satu rangkaian HKN ke-55 tahun 2019, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat menyelenggarakan seminar kesehatan dengan sub tema “Pentingnya Pemantauan Tumbuh Kembang Menuju Generasi Sehat Indonesia Unggul “ dan  soft launching inovasi bidang kesehatan berupa adanya  aplikasi “BUNGA NAKITA” , singkatan dari Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Kita, yang merupakan aplikasi dengan menggunakan mobile/android, dimana dalam aplikasi ini, seorang  ibu dan petugas kesehatan dapat  mengetahui masalah balita secara langsung dengan adanya notifikasi dari aplikasi, dan nantinya aplikasi ini akan direplikasikan keseluruh  Kabupaten/Kota.

 

Gambar : Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, SH.,M.Hum hadir untuk memberikan sambutan  pada acara seminar kesehatan dalam rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke-55, Senin 25 November  tahun 2019, di Hotel Grand Mahkota Pontianak

 

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, SH.,M.Hum mengatakan “Ibu hamil , biasanya memeriksakan diri tidak sampai hingga kunjungan ke empat (K4) selama kehamilan, seandainya sudah sampai  K4, pasti sudah ada edukasi dan motivasi dari tenaga kesehatan terkait kehamilan, persalinan, selama nifas  hingga sampai masalah tumbuh kembang anak,  untuk menyelesaikan masalah tumbuh kembang pada anak, stunting jangan dipandang hanya kerdil atau pendek, tapi ada juga masalah  gizi buruk, stunting tidak hanya masalah gizi buruk saja, tetapi perlu stimulasi tumbuh kembang anak, tangani sebelum, dan sesudah lahir, dalam hal ini adalah balita, sehingga  angka stunting bisa  turun drastis  dalam beberapa tahun kedepan “,  lanjutnya, “ Jika  52 Indikator desa mendiri sudah ditangani, maka tidak ada masalah dikebutuhan dasar  didesa, baik itu posyandu, PAUD, balai desa, lingkungan sehat, dll “.

Gambar : Soft Launching Aplikasi BUNGA NAKITA oleh Gubernur Kalimantan Barat, didampingi Asisten II Setda Kalbar, DR. Drs. Sy. Kamaruzaman M.Si dan Kepala Dinas Kesehatan Kalbar  dr. Harisson, M.Kes

 

Hadir dalam seminar ini jumlah peserta sebanyak 156 orang  berasal dari perwakilan BKOW, PKK Provinsi, Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Dharma Kharini, BKNT, Wanita Katolik, Pataya NU, Nasyatul Nasifa, Dharma Wanita, Ikatan Keluarga Kalimantan Selatan dan beberapa organisasi masyaraka. Sebagai Narasumber seminar adalah DR. Fitri Sukmawati, M.Psi, Psikolog, dengan materi Tinjauan Aspek Psikologi Tumbuh Kembang Anak dan dr. Rini Andriani, Sp.A, dengan judul materi Pemeriksaan Pertumbuhan Anak.

Gambar : Para peserta dari berbagai lintas sektor dan organisasi masyarakat

Dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di Provinsi Kalimantan Barat, cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan telah meningkat secara angka dari 63,32% pada tahun 2017, menjadi 71,73% ditahun 2018.  Demikian Pula dengan cakupan pelayan kesehatan anak balita juga mengalami peningkatan , yaitu  48,63% pada tahun 2017 menjadi 59,02% pada tahun 2018, cakupan imuniasi campak meningkat dari 80,4% ditahun 2017 menjadi 85,2% ditahun 2018.

Berdasarkan hasil Riskesda Provinsi Kalimantan Barat tahun 2018, prevalensi gizi kurang mengalami penurunan sebesar 2,67% dari 26,5% menjadi 23,8% di tahun 2018. Prevalensi balita pendek mengalami penurunan sebesar 5,31% dari 38,6% ditahun 2013 menjadi 33,3% ditahun 2018. Berdasarkan data Puskesmas menunjukan bahwa 62,% Balita mengunjungi Posyandu setiap bulan ditahun 2018, ini berarti 306.250 anak memanfaatkan posyandu dari 493.951 jumlah balita (infokes)

BERITA DI PUBLISH OLEH TIM WEBSITE
DINAS KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Recent Post

Back To Top