Satu Lagi Anak Meninggal Karena Difteri

Ket : Salah satu anak terkena penyakit DIFTERI.

Pontianak, 2 Oktober 2018, Dinkes Prov Kalbar

Seorang anak meninggal  di RSUD. Dr. Soedarso  dengan   diagnose  Difteri , Pasien tersebut Rujukan dari  Rumah Sakit dr. RUBINI Mempawah, Berdasarkan laporan investigasi dari petugas surveilans Dinkes Prov Kalbar , pasien yang meninggal ini  bernama  Faris umur 6 tahun  kelas I   SD 05  Kab. Mempawah, dan tinggal bersama kedua orang tua dan  saudara  yang masih umur  satu tahun  di   di GG. Mesjid  Sui Pinyuh RT 11 / RW 2.

Keterangan dari orang tua si anak, mereka kurang yakin  apakah si anak sudah mendapat imunisasi lengkap apa belum pada waktu usia bayi balita . Untuk memastikan  hal ini Dinkes Provinsi Kalimantan Barat bekerja sama dengan Dinkes Kab. Mempawah akan melacak buku kuning imunisasi anak tersebut di puskesmas atau di buku register pencatatan di posyandu wilayah tempat tinggal pasien.

Kronologis kejadian  seperti diceritakan oleh Dani ( Ayah dari Faris ) bahwa Faris  mulai demam tanggal 18 September 2018 , kemudian berobat ke Bidan tanggal 22 September 2018  dengan keluhan demam biasa, tanggal  25 september 2018 keluhan  nyeri menelan, suara mengorok dan sesak, selanjutnya tanggal 28 September  2018  Faris  dibawah  ke RSUD. Dr. Rubini Mempawah dan pada pukul  19.00 Wib pasien dirujuk ke RSUD dr. Soedarso Pontianak , selanjutnya  pukul 23.00 Faris diberikan ADS dan Pukul 23.20 Wib   di tanggal yang sama   Faris meninggal.

Penyakit difteri ini timbul akibat bakteri berbentuk batang yang bernama Corynebacterium diphtheria dan sangat mudah menular. Bayi serta anak balita rentan terserang bakteri tersebut. Difteri dapat dicegah dengan pemberian imunisasi DPT (difteri, pertusis, dan tetanus).

Sebagai rencana  tindak lanjut dari kasus ini Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat bersama Dinas Kesehatan Kab. Mempawah akan melakukan ORI ( Outbreak Response Imunisasi ) local di kecamatan lokasi tempat tinggal pasien  serta melakukan profilaksis pada  seluruh keluarga pasien yang tinggal satu rumah serta yang pernah kontak pada pasien 10 ( sepuluh ) hari sebelum pasien sakit dan 5 (lima) hari setelah pasien sakit untuk memutus rantai penularan. ( Infokes )

Sumber : Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Prov. Kalbar

Berita ini di Publikasikan oleh tim Web Dinkes Prov Kalbar tahun 2018

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Back To Top