“ Kalimantan Barat Start Riset Fasilitas Kesehatan April s/d Mei 2019 “

Pontianak, Dinkes Prov. Kalbar

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan R.I pada bulan Maret s/d Desember 2019 melakukan Riset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes 2019) di 34 provinsi, 514 kabupaten/kota yang mencakup seluruh puskesmas dan sebagian fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Rifaskes 2019 merupakan riset nasional berbasis fasilitas yang bertujuan untuk memperoleh rekomendasi perbaikan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional, baik dalam aspek kepesertaan, tata kelola, manfaat dan pelayanan kesehatan . Riset ini  akan menghasilkan Rekomendasi pencapaian Universal Health Coverage dan Perbaikan pelaksanaan program JKN yenga telah dilaksanakan 5 tahun.  Pengumpulan data Rifaskes 2019 dilakukan di seluruh Puskesmas dan sebagian fasyankes (Rumah sakit,klinik, praktek mandiri dokter, praktek mandiri bidang, laboratorium dan Apotik )

Tahapan Rifaskes di provinsi Kalimantan Barat di awali dengan perekrutan Enumerator oleh masing-masing Dinas Kesehatan Kab/Kota  pada bulan februari 2019, pengumuman  rekrutment  bulan Februari s/d  Maret  2019 , Workshop Enumerator rifaskes pada bulan April 2019 , Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan April s/d Mei 2019 ( 21 hari )

Pada kegiatan workshop Enumerator Rifaskes Korwil V Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan pada tanggal 23 – 29 April 2019 di Hotel Harris Pontianak. Peserta workshop  yang terdiri dari koordinator wilayah V ( Balai Besar  Penelitian dan Pengembangan Vektor dan reservoir Penyakit, Salatiga) berjumlah 8 orang , PJ Teknis  Prov 2 orang, Tim Teknis Pusat 2 orang , PJ Teknis Kab/Kota 14 orang, PJO dan PJ Admin prov masing-masing 1 orang  , serta enumerator Rumah sakit 8 orang dan enumerator puskesmas 108 orang . 

Jadi total seluruh peserta dan panitia  Workshop adalah 145 orang Dalam Sambutan pembukaan workshop oleh plt. Kepala Dinas Kesehatan provinsi Kalimantan Barat , menekankan pada pentingnya kegiatan workshop untuk menjadi acuan dan pedoman  enumerator dalam melaksanakan pengumpulan data rifaskes. Apabila didapatkan data riset yang berkualitas maka hasil riset sangat membantu dalam perbaikan kebijakan pelaksanaan JKN  dan penyusunan strategi peningkatan pelayanan kesehatan dengan penguatan fasilitas kesehatan . (dkw)

BERITA DI PUBLISH OLEH TIM WEBSITE
DINAS KESEHATAN PROVINSI KLAIMANTAN BARAT

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Recent Post