RENKON Upaya Terencana Hadapi Bencana

Pontianak, Dinkes Prov. Kalbar

Rencana Kontijensi (Renkon) dalam Pencegahan/Penanggulangan Bencana yang dapat menimbulkan Krisis Kesehatan harus di dukung dokumen yang memudahkan  dinkes kab/kota dalam berkoordinasi baik lintas program maupun lintas sektor, demikian Kepala Seksi Kesehatan Rujukan dan Krisis Kesehatan, Dinkes Provinsi Kalbar, Ns.Ernawati, S.Kep.M.Kep, menjelaskan saat pertemuan penyusunan Rencana Kontigesi Bencana awal April 2019.

Menurut Ernawati ,Perencanaan pada hakikatnya adalah alat yang digunakan untuk memastikan rencana kerja yang lebih baik. Dalam konteks risiko bencana, rencana yang lebih baik dicirikan dengan kesiapan untuk menghadapi bencana, kemampuan untuk meminimalisir dampak bencana, dan kemampuan pulih dengan baik,  baik itu bagi entitas sosial atau pun sebuah sistem. Salah satu instrumen perencanaan untuk memastikan masa depan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai risiko bencana adalah apa yang disebut dengan perencanaan kontijensi (contingency planning).

Ditambahkan oleh Kasie Rujukan dan Krisis Kesehatan ini, bahwa Perencanaan kontinjensi merupakan salah satu dari berbagai rencana yang digunakan dalam siklus manajemen risiko. Perencanaan kontijensi dilakukan ketika terdapat potensi untuk terjadinya bencana atau pada tahap aktivitas kesiapsiagaan. Siklus manajemen risiko tersebut (termasuk perencanaan kontijensi) digunakan dalam pengelolaan bencana berbasis kewilayahan.

Di Kalbar sendiri kata Ernawati,  bencana alam yang paling sering terjadi yaitu banjir, tanah longsor dan angin siklon tropis. Sedangkan bencana non alam yang paling sering terjadi yaitu kecelakaan transportasi.

Dan pada Kegiatan kali ini ditujukan bagi 5 Kab/Kota Target Renstra 2018 (Kapuas Hulu, Kayong Utara, Sambas, Kubu Raya dan Landak) .

Diharapkan bahwa dengan dokumen yang ada, Dinas Kesehatan  kabupaten/kota dapat mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil baik untuk dinas kesehatan maupun di puskesmas, serta kebutuhan lain yang dibutuhkan pada saat terjadi bencana/krisis kesehatan. Imbuh Ernawati menjelaskan. (sur).

BERITA DI PUBLISH OLEH TIM WEBSITE
DINAS KESEHATAN PROVINSI KLAIMANTAN BARAT

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Recent Post