PTM Berpotensi Besar Menghambat Pertumbuhan Ekonomi

Keterangan Gambar : Peserta Pelatihan Kader Posbindu PTM di Wilayah Kerja bersama Kabid P2P dinkes Kalbar dan Kepala UPT Upelkes Dinkes Prov Kalbar.

Pontianak, Dinkes Prov. Kalbar

“PTM berpotensi besar menghambat pertumbuhan ekonomi karena tingginya biaya yang harus dikeluarkan Negara untuk mengobati penyakit tidak menular”, demikian di uangkapkan Kepala Bidang P2P Dinkes  Prov Kalbar  Subanri, S.Si, M.Kes, pada kegiatan pelatihan kader Posbindu PTM di wiayah kerja 8-11 Juli 2019 di Unit Palatihan Kesehatan Provinsi Kalbar.

Ditambahkan Subanri, bahwa PTM adalah isu kedua setelah HIV/AIDS yang mendapat perhatian dan komitmen politik dari pemerintah untuk menanggulanginya. Selanjutnya menurut Kabid P2P ini bahwa, PTM  (Penyakit Tidak Menular) ini dapat dicegah dengan berprilaku Hidup Sehat, untuk itu setiap daerah dihimbau agar memprioritaskan program pencegahannya agar kasus penyakit ridak menular ini tidak terus meningkat.ungkap Subanri.

Dijelaskan pula oleh kabid P2P ini bahwa, berdasalkan hasil Hasil laporan Sistem Informasi PTM  Dinas  Kesehatan Provinsi Kalbar per Juli 2019 bahwa,  dari 10 diagnosa terbanyak di Provinsi Kalbar Hipertensi sebanyak 57,64%, dan diikuti oleh penyakit Hiperkolesterol 22% serta Hiperglikemi 7,5% ungkap Subanri.

Sedangkan untuk faktor risiko bersama menempati urutan pertama yaitu gangguan merokok sekitar 14%, Kadar gula darah atau Diabetes Melitus12%, Hipertensi 41%,IVA positif 27% dan IMT 28%.imbuh Subanri pula.

Keterangan GambarPerwakilan Peserta saat kegiatan Peatihan Posbindu di wilyah kerja bersam Kabid P2p, Ka UPElKES dan Plt Kasi PTM Keswa.

“Jika di lihat dari angka ini telah menunjukkan bahwa  masyarakat Kalimantan barat tidak sehat” ungkap Kabid P2P, karena masyarakat Kalbar  memiliki faktor risiko hipertens, hiperkolesterol dan hiperglikemi yang cukup signifikan .

Hal ini tentu dapat berdampak terhadap masalah kesehatan di kalbar, kata Subanri, dan segera dilakukan langkah- langkah serta edukasi ke masyarakat agar melakukan upaya-upaya pencegahan agar PTM ini dapat ditekan tingat resiko dan dan dampaknya, kata Subanri lugas. (sur)

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Back To Top