Date & Time |
Menu

PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA (PIDI) WILAYAH KALIMANTAN BARAT MENDORONG PENINGKATAN UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF

Pembangunan Indonesia 2020-2024 ditujukan untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, yaitu sumber daya manusia yang sehat dan cerdas, adaptif, inovatif, terampil, dan berkarakter. Pemenuhan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan sesuai Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 salah satunya difokuskan pada perluasan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan fokus pada pelayanan kesehatan dasar

 

Gambar : Penyerahan peserta PIDI dari Dinkes Provinsi Kalimantan Barat ke Kementerian Kesehatan RI periode 2018 dan penyerahan peserta PIDI dari Kemenkes RI kepada Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar periode November 2019, di Hotel Mercure Pontianak, kamis tanggal 7 November 2019.

 

 

Pada acara serah terima ini, Sekretaris PIDI Pusat, dr. Untung Suseno, M.Kes dalam sambutannya mengatakan “ Dalam kesempatan ini perkenankan saya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dan jajarannya atas dukungan, partisipasi dan komitmennya terhadap pelaksanaan Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) yang dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Barat, sehingga dapat berjalan dengan lancar, baik dan terus berkesinambungan, kami mengharapkan komitmen ini terus berlanjut, karena Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) merupakan program yang wajib diikuti oleh seluruh dokter yang baru lulus pendidikan, dimana program ini bertujuan untuk memandirikan dan memahirkan, sehingga dapat menghasilkan dokter Indonesia yang berkualitas dan profesional, yang berguna untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia “.

 

Gambar : Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), Petrus Budi Raharjo, APP., M.Kes, saat memberikan materi Manajemen Puskesmas kepada Peserta PIDI, hari Jumat, tanggal 08 November 2019.

 

 

Program Internsip dapat disinergikan dengan berbagai program kesehatan Nasional lainnya sehingga dapat meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta dengan penekanan pada penguatan pelayanan kesehatan dasar (Primary Health Care) dengan mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif didukung oleh inovasi dan pemanfaatan teknologi, melalui peningkatan kesehatan ibu, anak, keluarga berencana (KB) dan kesehatan reproduksi, percepatan perbaikan gizi masyarakat, peningkatan pengendalian penyakit, dan penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Kabid SDK, Petrus Budi Raharjo, APP., M.Kes menyampaikan bahwa “ Pelaksanaan Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran dan telah dijabarkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Program Internsip Dokter Dan Dokter Gigi Indonesia, sehingga program ini menjadi tanggung jawab kita bersama bukan hanya pusat tapi juga daerah dan semua pihak yang terkait “.

Diketahui bersama, bahwa pelaksanaan Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) telah memasuki tahun yang kesembilan. Jumlah dokter yang telah mengikuti PIDI sejak tahun 2010 sampai dengan Angkatan III Periode Oktober 2019 sebanyak 62.933 dokter, mereka berasal dari 73 Fakultas Kedokteran yang penempatannya tersebar di 34 Provinsi. Peningkatan kualitas program Internsip Dokter Indonesia  menjadi penting dalam menjaga kualitas dokter Indonesia. Oleh karena itu Kementerian Kesehatan terus dan terus melakukan perbaikan-perbaikan dalam pelaksanaan PIDI.

Pelaksanaan Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) khusus penempatan dokter internsip di Provinsi Kalimantan Barat Angkatan IV Periode November 2019 akan ditempatkan kembali dokter internsip di 3 wahana di 2 kabupaten/kota  sebanyak 29 orang dokter internsip Kegiatan PIDI dilaksanakan 8 bulan di RS dan 4 bulan di Puskesmas. Oleh karena itu besar harapan kami, program Internsip dapat disinergikan dengan berbagai program kesehatan Nasional lainnya sehingga di Puskesmas, antara lain pendataan PIS-PK, pemberantasan penyakit menular (HIV, TBC, PTM, dll) agar dokter masuk sepenuhnya dalam situasi pelayanan kesehatan. Sehingga pada saat telah selesai melaksanakan PIDI, dapat melaksanakan pelayanan kesehatan primer dengan baik dan professional

Untuk itu penempatan dokter internsip perlu mendapatkan bimbingan, khususnya kemahiran dan kemandirian medis dari Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota serta Rumah Sakit dan Puskesmas, agar para dokter Internsip tersebut dapat menjadi dokter-dokter Indonesia yang berkualitas dan kompeten sebagaimana yang kita harapkan. (infokes)

BERITA DI PUBLISH OLEH TIM WEBSITE
DINAS KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Recent Post

Back To Top