Date & Time |
Menu

PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN PENDEKATAN KELUARGA (PIS PK) MENDORONG TERCAPAINYA STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN KABUPATEN/KOTA DI KALIMANTAN BARAT

Dalam rangka mewujudkan Nawacita ke-5 bidang kesehatan, Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK) yang pelaksanaannya mengacu  pada  Permenkes  nomor 39 tahun 2016. PIS PK  sebuah  kebijakan  yang  ditetapkan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Sehat melalui peningkatan akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan dengan melakukan kunjungan rumah dan melakukan intervensi sesuai dengan permasalahan kesehatan yang dihadapi keluarga dan masyarakat. Saat pelaksanaan bimtek, jumlah kunjungan keluarga dari Kabupaten/Kota per 8 Oktober 2019 sebanyak 724.598 Kepala Keluarga atau 59,9% dari 1.208.256 total Kepala Keluarga seKalimantan Barat.

Terdapat 12 indikator sebagai kategori derajat kesehatan masyarakat melalui PIS PK, yaitu Keluarga mengikuti program KB, Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, bayi mendapat ASI ekslusif, bayi mendapat imunisasi, balita mendapat pemantauan pertumbuhan, penderita TB Paru mendapat pengobatan sesuai standar dan penderita hipertensi mendapatkan pengobatan sesuai prosedur, penderita gangguan jiwa mendapat pengobatan dan tidak di telantarkan, anggota keluarga tidak ada yang merokok, keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional, keluarga mempunyai akses air bersih dan keluarga menggunakan jamban sehat.

Dalam rangka mengevaluasi capaian program di Kabupaten/Kota, diadakan pertemuan pembinaan teknis PIS PK di tingkat Provinsi Kalimantan Barat tanggal 14 – 16 Oktober 2019.

Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat saat membuka Bimtek PIS PK tingkat Provinsi, tanggal 14 Oktober 2019  di Hotel Santika Pontianak.

Dalam sambutannya, saat  membuka  acara bimtek PIS PK tingkat Provinsi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes menyampaikan “ Melalui pelaksanaan PIS PK, diharapkan akses pelayanan kesehatan didekatkan kepada mereka yang tidak datang ke fasilitas kesehatan, dengan cakupan upaya ini, jika dilakukan terus menerus dengan terencana sampai seluruh masyarakat yang ada diwilayah puskesmas dikunjungi atau dikenal dengan total coverage”, lanjutnya, “ PIS PK merupakan kendaraan untuk mendukung pencapaian SPM Kabupaten/Kota bidang Kesehatan, PIS PK merupakan salah satu program prioritas yang harus dikawal keberhasilannya”.

Gambar : Para peserta dari Puskesmas beberapa Kabupaten/Kota menyampaikan hasil capaian indikator PIS PK dan intervensi berupa  inovasi program yang wilayah kerjanya.

Selanjutnya masing-masing perwakilan Kabupaten/Kota memaparkan program inovasi dalam rangka  mengintervensi  masalah  kesehatan dan  meningkatkan akses masyarakat ke pelayanan kesehatan, diantara  inovasi tersebut  adalah Program KELIHATAN, Keluarga  Peduli  Kesehatan, program inovasi dari Kabupaten Sambas dalam rangka program pemberdayaan masyarakat dengan meningkatkan peran keluarga, kemudian BUTITA, Bulan Timbang Balita dan Tumbuh Kembang, inovasi Kabupaten Mempawah dalam rangka meningkatkan cakupan Posyandu, inovasi SKUAT BAJA, Desaku Sehat dengan Membangun Jamban Keluarga, kemudian dari Kabupaten Ketapang dengan inovasi BALAS JASA, Bagi-bagi segelas jamu dihari Sabtu dan JEPRET SENTER, Jelajahi Rumah Tangga Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM). (Infokes)

BERITA DI PUBLISH OLEH TIM WEBSITE
DINAS KESEHATAN PROVINSI KLAIMANTAN BARAT

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Recent Post

Back To Top