PIS-PK , Strategi Jitu Puskesmas Untuk Melayani Masyarakat

Ket Gambar : Sekjen Kemenkes RI, Kadinkes Provinsi, Kadinkes Bengkayang Beserta Tim dan Staf Puskesmas Jagoy Babang Saat Kunjungan ke Kabupaten Bengkayang.

Pontianak, Dinkes Prov. Kalbar

Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dicetuskan sebagai upaya perbaikan sistem layanan  dii puskesmas secara terintegrasi.  “Jangan program yang menentukan bagaimana puskesmas bekerja. Tetapi dibalik, tenaga kesehatannya yang menentukan bagaimana mereka bekerja,” ujar . SEKRETARIS Jenderal Kementerian Kesehatan RI, dr Untung Suseno Sutarjo MKes, Sabtu pagi, 13 Oktober 2018.

Kunjungan rombongan Sekjen Kemkes  RI yang dipimpin langsung oleh dr. Untung,   didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar beserta tim yang melakukan serangkaian kegiatan diantaranya Dialog interaktif dan kunjungan langsung ke puskesmas perbatasan Jagoi Babang .Dalam dialog yang dihadiri oleh  Jajaran dinas kesehatan kabupaten Bengkayang , seluruh kepala puskesmas kabupaten Bengkayan, pihak Kecamatan Jagoy Babang, KKP Jagoi Babang, Bea Cukai, pengaman pasukan lintas batas Jagoi Babang.  Dalam dialog,  sebagian besar peserta masih mempersoalkan mekanisprinsip pelaksanaan PIS PK me integrasi program dalam pelaksanaan kunjngan KS. Hal ini cukup menarik perhatian pak Sekjen sehingga beliau dengan jelas dan lugas menyampaikan prinsip dasar pelaksanaan PIS PK merupakan alah satu strategi mendekatkan layanan kepada masyarakat melalui pendekatan keluarga.

Pada dialog tersebut dr. Untung juga menyampaikan  bahwa “Tujuannya dari program PIS PK adalah untuk mengintegrasikan program kesehatan di puskesmas, sehingga pelaksanaannya lebih maksimal. Yang diintegrasikan bukan hanya program, tetapi juga sumberdaya manusia, pembiayaan, dan lain-lain. Kita tahu masalah kesehatan tidak bisa hanya ditangani satu program kesehatan, harus seluruhnya,” katanya.

Yang di lakukan melalui PIS-PK, petugas lebih banyak menyasar keluarga. “melihat keadaan rumah seperti apa keluarganya,  kejar kasus masalah kesehatan, tidak menunggu di puskesmas, langsung datang ke keluarganya. Active case finding, benar-benar cari kasus-kasus penyakit dari rumah ke rumah,” ujarnya.

Menurut dr. Untung, perkembangan PIS-PK di Kalbar sudah bagus, walaupun masih diperlukan perbaikan, serta peningkatan integrasi program. “Keluhannya, dana tidak ada. Jika di danai  sendiri-sendiri, pasti dana tidak ada, habis dananya. Jika dilakukan secara terintegrasi, dana tiap program ini, bisa lebih murah,” tambah beliau

Dr Untung pun menyampaikan, melalui Puskesmas Jagoi Babang, pemenerintah ingin masyarakat perbatasan mendapat pelayanan kesehatan terbaik. “Kita juga ingin tunjukkan, pelayanan kita bagus. Ini show window, jika ada orang asing (Malaysia) yang ke sini. Di tempat lain, orang Malaysia sudah berobat di kita. Tenaga di puskesmas ini saya pikir sudah cukup,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Kadis Kesehatan Prov Kalbar, dr Andy Jap MKes juga menyampaikan, bahwa keberadaan PIS-PK adalah untuk meningkatkan cakupan program. Tetapi pada kenyatannya “Ternyata masih banyak yang belum memahami sepenuhnya konsep  PIS-PK. Sehingga capaian pendekatan keluarga belum maksimal, mudah-mudahan dengan kunjungan bapak Sekjen, capaiannya bisa lebih kami tingkatkan,” katanya. Pihaknya bakal terus memberikan pemahaman kepada puskesmas. “Tenaga puskesmas harus pro aktif, jemput bola. Ini konsepnya,” ujar Andy.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jagoi Babang, Wenseslaus AMdKep menyampaikan, pihaknya akan bekerja lebih baik lagi ke depan. “Kami tidak bosan memberikan pelayanan bagi masyarakat perbatasan. Segala kegiatan program sudah lengkap, tinggal pelaksanaan dan koordinasi lebih baik lagi. Masyarakat di sini, bilang kami bukan puskesmas tapi rumah sakit. Ini karena mereka merasakan kenyamanan di sini,” ungkap Wenseslaus.

Selanjutnya di hari ke dua , rombongan melanjutkan kunjungan  ke kota Singkawang dengan melihat progress pelaksanaan PIS PK di Puskesmas di Singkawang Tengah sekaligus  melakukan kunjugan dan  dialog di rumah sakit rujukan regional provinsi Kalimantan Barat ( RSUD dr Abdul Aziz Singkawang ). Materi dialog di RSUD dr Abdul Aziz Singkawang terkait dengan pelaksanaan pelayanan pasien JKN pasca pemberlakuan rujukan online. Dampak yang paling terlihat dengan di berlakukannya rujukan on line adalah menurunnya kunjungan pasien rawat jalan  hampir 50% . (surya)

Berita ini di Publikasikan oleh tim Web Dinkes Prov Kalbar tahun 2018

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Back To Top