Perhatikan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

Pandemi covid-19 saat ini membawa kekhawatiran, terutama dampaknya pada masa depan anak-anak. Karena, proses pendidikan, tumbuh kembang anak, jadi tidak optimal. Hal ini merupakan konsekuensi dari proses pembelajaran di rumah dengan pendampingan orang tua yang tidak memiliki pembekalan dan dilakukan di sela-sela kesibukan mereka dalam bekerja. Selain itu perlu untuk menyisihkan pemikiran dan usaha untuk menanggulangi dampak pandemi terhadap tumbuh kembang anak dan remaja Indonesia. Pemerintah telah berupaya memberikan perlindungan melalui vaksinasi Covid-19 bagi anak dan remaja usia 12-17 tahun, namun permasalahan kompleks akibat Covid-19 perlu ditanggulangi bersama.

Vaksinasi terhadap anak usia 12-17 tahun juga merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) sehingga seluruh stake holder dapat melakukan koordinasi terutama bekerja sama dengan sekolah-sekolah agar bisa memberikan layanan vaksinasi kepada seluruh guru dan siswa.

Pemerintah juga meminta kepada orang tua selalu menjaga anak-anak mereka melalui penerapan protokol kesehatan dan disarankan untuk tidak membawa anak-anak melakukan perjalanan, rekreasi di tempat wisata atau makan di luar rumah karena mengingat resiko penularan Covid-19 masih tinggi saat beraktivitas di luar.

Tidak hanya memprioritaskan kesehatan, pemerintah juga memproritaskan keberlangsungan pendidikan yang saat ini masih dilakukan secara daring walaupun sudah ada beberapa sekolah yang menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sesuai dengan rekomendasi dari Satgas Covid masing-masing daerah. Pemerintah juga meminta orang tua untuk mendampingi putra-putrinya ketika belajar karena dampak dari pembelajaran secara online akan berpengaruh kepada kesehatan baik secara fisik maupun mental.

Penulis: apt Indah Puspasari, S.Si, M.P.H

Bagikan Berita:
Share on email
Back To Top