Date & Time |
Menu

PERAN KADER-KADER POSYANDU SEBAGAI AGEN KESEHATAN MENUJU DESA MANDIRI

Keterangan gambar : acara pembukaan Jambore kader Posyandu tingkat Provinsi Kalimantan Barat

Jumlah Posyandu di Provinsi  Kalimantan Barat  hingga akhir tahun 2018 sebanyak  5.174 Posyandu, dengan proporsi desa 1 desa antara 2 – 3 Posyandu, proporsi sasaran 1 Posyandu melayani 95 bayi dan balita. Jumlah tersebut secara kuantitas telah memenuhi syarat asalkan penyebaran Posyandu merata, akan tetapi secara kualitas masih cukup rendah.

Posyandu aktif dengan strata Purnama dan Mandiri di Kalimantan Barat hanya sekitar 33% artinya jumlah kader sampai saat ini relatif kurang karena faktor usia dan tidak adanya regenerasi kader. Sebab lain adalah cakupan program masih rendah atau dibawah 50%.

Disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan melalui Sekretaris Dinas Kesehatan, drg. Hary Agung Tjahyadi, M.Kes, dalam sambutannya saat membuka Jambore Kader Posyandu Tingkat Provinsi Kalimantan Barat, di Hotel Borneo, Pontianak, tgl 24 September 2019, mengatakan  bahwa “kita tidak dapat menyalahkan kader karena kondisi ini, tetapi jajaran kesehatan dan pemerintah daerah harus melakukan pembinaan terhadap  Posyandu  melalui  Kelompok Kerja Operasional (POKJANAL)  diseluruh  14 Kabupaten/Kota yang ada di Kalimantan Barat, dan ini menjadi tugas bersama”

Dalam pelaksanaan Jambore Kader Posyandu tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2019 ini, di ikuti oleh 14 kabupaten/Kota, kegiatan yang  diadakan 2 (dua) tahun sekali ini, diisi dengan  berbagai lomba, antara lain :  lomba menu pemberian makanan balita, lomba penyuluhan,  lomba role play pelayanan posyandu, lomba cerdas cermat dan lomba senam peregangan. Adapun juara Umum Jambore tahun 2019  ini, adalah  kader dari Kota Singkawang, dilanjutkan juara kedua kader dari Kabupaten Melawi dan juara ketiga dari Kabupaten Sambas.

Keterangan gambar : Para peserta Jambore Kader Posyandu tingkat Provinsi Kalimantan Barat berfoto bersama

 Menutup sambutannya, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat mengatakan bahwa “ melalui kegiatan jambore  ini, kami berharap kepada kader untuk membantu Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) melalui  12 indikator yang harus didapatkan data dan intervensi hingga setiap individu. Adapun 12 indikator tersebut  yaitu anggota keluarga mengikuti program KB, persalinan di tenaga Kesehatan, bayi mendapat imunisasi lengkap, bayi usia kurang dari enam  bulan memperoleh ASI eklusif , balita dipantau perkembangannya, TBC mendapat pengobatan sesuai standart, hipertensi diobati teratur, ganguan jiwa diobati, Tidak merokok, akses air bersih, akses Jamban Keluarga, keanggotaan JKN, dan tentunya peran kader dapat mendukung kemandirian desa”.

BERITA DI PUBLISH OLEH TIM WEBSITE
DINAS KESEHATAN PROVINSI KLAIMANTAN BARAT

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Recent Post

Back To Top