PERAN AKTIF DINAS KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT MENGIKUTI WEBINAR PELATIHAN PENGUATAN FKTP DALAM PENCEGAHAN COVID-19

Penggunaan video conference, merupakan salah satu cara yang lebih efektif dan efisien dalam melakukan presentasi, rapat dan pelatihan jarak jauh. Web video conference merupakan sebuah layanan internet berbasis web untuk melakukan pertemuan secara langsung tanpa perlu berada di dalam lokasi yang sama. Salah satu kegiatan yang sering dilakukan dengan menggunakan web conference adalah Webinar. Webinar atau seminar melalui web merupakan suatu pertemuan yang dilakukan secara online aplikasi ini memiliki sebuah slide presentasi dan interaksi antara pembicara dengan peserta yang terbatas. Webinar memungkinkan adanya hubungan interaktif yang langsung antara moderator / presenter dan peserta. Seperti halnya seminar-seminar yang biasanya diadakan, Webinar memungkinkan audience atau peserta ikut terlibat aktif dalam diskusi dan dapat saling bertukar informasi.

Peserta presentasi yang akan bertanya hanya bisa menggunakan telepon, dalam kegiatan belajar mengajar  interaksi secara tatap muka yang diperlukan agar kegiatan belajar mengajar tersebut lebih efektif. Oleh karena itu sebuah webinar kegiatan belajar mengajar lebih efektif dengan menambahkan fitur video conference, agar kegiatan tersebut lebih interaktif. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan dapat memberi kemudahan dan menolong kegiatan belajar mengajar jarak jauh.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat  menggadakan webinar Pelatihan Penguatan FKTP  dalam pencegahan Covid-19 dengan Kementerian Kesehatan dan Kepala Puskesmas serta tenaga kesehatan FKTP di Indonesia.Webinar dilakasanakan pada hari Kamis tanggal 2 April 2020 pukul 13.00 s/d 16.00 WIB melalui media zoom meetings dan live streaming melalui aplikasi YouTube, peserta webinar terdiri atas Kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan FKTP di Indonesia, moderator pada webinar sesi ini adalah Direktur Pelayanan Kesehatan Primer.

Peserta terdiri dari Kabid Pelayanan Kesehatan dr. Fery Safariadi serta Kepala Seksi PKP dan Tradisional Ns.Adriana, SKM, M.Kes dan pengelola program Bidang Pelayanan Kesehatan  dilingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan dilaksanakan di ruang Kepala Seksi PKP dan Tradisional Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.

Webinar dibuka dengan keynote speech dari Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, dilanjutkan dengan paparan dari narasumber yaitu Prof. Dr. dr. Akmal Taher, Sp.U(K), Kabid Yankes Dinkes Provinsi Jawa Tengah, dr. Anung Sugihantono, M.Kes dan Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan.  Materi yang disampaikan dalam Webinar oleh Dirjen Kesmas dapat disimpulkan bahwa Puskesmas/FKTP merupakan garda terdepan dalam melakukan deteksi preventif maupun respon. Dan Puskesmas berperan besar dalam mencegah penyebaran penyakit, Peran FKTP dibagi dalam 3 kelompok besar yaitu: – Trace (identifikasi kasus, faktor risiko, kontak erat, penyelidikan epidemiologi) – Test (pemeriksaan laboratorium baik PCR maupun Rapid test disertai dengan konseling yang tepat agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat) – Treat (intervensi pasca melakukan trace dan test, dapat berupa edukasi pencegahan, pencegahan dan pengendalian infeksi untuk isolasi di rumah, pencegahan dan pengendalian infeksi di Fasyankes pra rujukan, dan pemberdayaan masyarakat

Prof. Dr. dr. Akmal Taher, Sp.U (K) Kabid Yankes Dinkes Provinsi Jawa Tengah pada materi yang disampaikannya mengatakan  pelayanan primer merupakan frontliner pertama dalam penanggulangan Covid-19 dan FKTP berperan besar dalam pengawasan yang dapat dilakukan tidak hanya dokter, tetapi tenaga kesehatan lain dan dapat berkolaborasi seperti halnya pada PIS-PK, dalam penanganan Covid-19, FKTP harus memberikan pelayanan komprehensif yang berfokus pada keluarga dan berorientasi pada komunitas (pemberdayaan kader kesehatan, kolaborasi dengan gugus tugas).

Kesimpulan yang didapat dari Webinar  Pelatihan Penguatan FKTP  dalam pencegahan Covid-19 adalah

  1. Permasalahan mengenai kerahasiaan data untuk kepentingan penyelidikan epidemiologi dan contact tracing, termasuk keperluan isolasi, tidak perlu ada yang disembunyikan karena tujuannya untuk menghentikan dan memutus mata rantai penularan.
  2. Penggunaan bilik semprot untuk manusia tidak disarankan
  3. Pengawasan isolasi di rumah harus melibatkan lintas sektor, BNPB  babinsa dan kamtibmas
  4. Konteks komunikasi resiko, untuk pengumuman positif dan negatif harus dilakukan cross check sebelumnya, dan dalam terminologi  UU 6/2018 yang ada adalah KARANTINA RUMAH,  disebutkan tentang tanggung jawab pemerintah termasuk pemerintah daerah apabila dipakai tulisan KARANTINA RUMAH misalnya menyediakan jaminan hidup keluarga dlsb. Itulah yang mendasari digunakan istilah ISOLASI MANDIRI (dasarnya kesukarelaan dan tidak ditanggung oleh negara); sedangan KARANTINA MANDIRI pada dasarnya sama yakni membatasi kegiatan seseorang.

Diharapkan FKTP yang merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19, dapat memberikan pelayanan komprehensif yang berfokus pada keluarga dan berorientasi pada komunitas (pemberdayaan kader kesehatan, kolaborasi dengan gugus tugas). Dan WHO juga mengembangkan aplikasi go.data yang digunakan oleh semua negara anggota untuk pengumpulan data, pelacakan kasus dan visualisasi rantai transmisi terkait Covid-19 serta untuk mempermudah informasi terkini terkait Covid-19 di Indonesia dapat dilihat melalui website infeksiermerging.kemkes.go.id.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Back To Top