Pentingnya Sarapan Bagi Kecukupan Gizi Anak Remaja dan Orang Dewasa

Makan pagi atau sarapan sangat bermanfaat bagi setiap orang baik itu orang dewasa maupun anak dan remaja yang bersekolah sekalipun. Bagi orang dewasa, sarapan dapat memelihara ketahanan fisik, mempertahankan daya tahan saat bekerja dan meningkatkan produktivitas kerja. Bagi anak sekolah, sarapan dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan memudahkan menyerap pelajaran, sehingga prestasi belajar menjadi lebih baik.

Karena, pada malam harinya setelah makan malam, tubuh tidak memperoleh asupan makanan lagi selama kurang lebih 12 sampai 13 jam. Jika tidak sarapan dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti menurunnya kadar gula darah, tubuh mengambil cadangan hidrat arang dan jika ini habis, maka cadangan lemak tubuh diambil sehingga tubuh tidak dapat melakukan aktivitas dengan baik.

Membiasakan sarapan pada anak memang terasa sulit. Adanya citra sarapan sebagai suatu kegiatan yang dirasa ”menjengkelkan” perlu diubah menjadi salah satu kebiasaan yang disukainya. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengubah citra tersebut adalah sebagai berikut:

  • Anak-anak perlu dibiasakan bangun lebih pagi, agar tersedia waktu yang cukup
  • Para orang tua hendaknya memberi contoh yang baik, yaitu membiasakan sarapan
  • Pada saat sarapan, sebaiknya anak ditemani oleh salah seorang anggota keluarga
  • Orang tua dan guru hendaknya tidak bosan mengingatkan anak untuk selalu sarapan, dan memberi penjelasan mengenai manfaatnya
  • Bagi anak yang tidak sempat sarapan, sebaiknya makanan dibawa ke sekolah

Untuk membiasakan anak-anak yang belum terbiasa sarapan, maka perlu memakai cara bertahap. Mula-mula berikan sarapan dengan porsi sedikit, kemudian secara bertahap porsi makanan ditambah sesuai dengan anjuran.

Kebiasaan sarapan juga membantu seseorang untuk memenuhi kecukupan gizinya sehari-hari. Jenis hidangan untuk sarapan dapat dipilih dan disusun sesai dengan keadaan. Namun akan lebih baik bila terdiri dari makanan sumber zat tenaga, sumber zat pembangun dan sumber zat pengatur.

Seseorang yang tidak sarapan memiliki risiko menderita gangguan kesehatan berupa menurunya kadar gula darah dengan tanda-tanda antara lain; lemah, keluar keringat dingin, kesadaran menurun bahkan pingsan.

Bagi anak sekolah, kondisi ini menyebabkan merosotnya konsentrasi belajar yang mengakibatkan menurunya prestasi belajar dan bagi pekerja tentunya akan menurunkan produktivitas kerja.

Untuk sarapan harus memenuhi sebanyak ¼ kalori sehari. Dengan mengkonsumsi 2 potong roti dan telur/satu porsi bubur ayam/satu gelas susu dan buah akan mendapatkan 300 kalori. Bila tidak sempat sarapan pagi sebaiknya anak dibekali dengan makanan/snack yang berat (bergizi lengkap dan seimbang) misalnya; arem-arem, mi goreng atau roti isi daging.

Menurut Aghadiati, F. (2019), sebanyak 3.495 siswa di 13 SD yang menjadi sampel dalam peningkatan status gizi, cukup banyak siswa yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan (16,9%). Kesibukan orangtua di pagi hari atau belum adanya selera makan di pagi hari memang menjadi alasan dari sejumlah anak berangkat ke sekolah tanpa sarapan. Menurut penelitian bahwa sarapan yang baik adalah di waktu pagi hari antara pukul 07.00 – 09.00, karena dalam tubuh terjadi penyerapan gizi makanan (nutrisi) di usus kecil.

 

Sumber: Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemkes RI

#dinkeskalbar #sarapan #makanpagi #pentingnyasarapan

Bagikan Berita:
Share on email
Back To Top