Pentingnya Periksa Fakta dan Menghindari HOAKS Pada Masa Penanganan Pandemi COVID-19

Dinkes Kalbar – Sejak masa pandemi COVID-19 melanda di tanah air kita ini, banyak bermunculan informasi dan berita palsu atau yang sering disebut “Hoaks” yang sengaja diciptakan oleh sejumlah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dalam upaya pengendalian pandemi sekarang ini, selain tantangan memutus penyebaran virus, masyarakat juga harus menghadapi gangguan Hoaks seputar COVID-19. Informasi palsu atau Hoaks pada masa pandemi tersebut tidak hanya berpotensi menghambat, melainkan juga berbahaya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Januari 2020-25 November 2021) telah mengindentifikasi beragam hoaks terkait COVID-19 yakni sebagai berikut:

  • Hoaks COVID-19: 1.999 isu Hoaks pada 5.162 unggahan medsos
  • Hoaks vaksinasi COVID-19: 395 isu Hoaks pada 2.449 unggahan medsos
  • Hoaks PPKM: 48 isu Hoaks pada 1.194 unggahan medsos

Laju penyebaran berita Hoaks sering terjadi, karena penerimanya tidak memeriksa kebenarannya saat membagikan ke orang lain dan tidak memahami dampaknya. Dan yang pastinya akan sangat merugikan bagi pihak korban fitnah.

Lalu Bagaimana Caranya Agar Tak Terhasut?

  1. Hati-hati dengan judul provokatif

Berita Hoaks seringkali menggunakan judul sensasional yang provokatif, misalnya dengan langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Isinya pun bisa diambil dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat Hoaks

Oleh karenanya, apabila menjumpai berita denga judul provokatif, sebaiknya Anda mencari referensi berupa berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda. Dengan demikian, setidaknya Anda sebabagi pembaca bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.

  1. Cermati alamat situs

Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi -misalnya menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dibilang meragukan.

  1. Periksa fakta

Perhatikan dari mana berita berasal dan siapa sumbernya? Apakah dari institusi resmi seperti Kemenkes atau Satgas COVID-19? Sebaiknya jangan cepat percaya apabila informasi berasal dari situs atau media yang kurang terpercaya.

  1. Cek keaslian foto

Di era teknologi digital saat ini, bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca. Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari seperti Google.

  1. Ikut serta grup diskusi anti-hoax

Dimedia sosial seperti Facebook, WA, ataupun Telegram terdapat grup khusus yang membahas seputar berita Hoaks. Di grup-grup diskusi seperti itu, masyarakat bisa ikut bertanya apakah suatu informasi merupakan Hoaks atau bukan, sekaligus melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain.

Jangan Ragu Untuk Cek Keaslian Informasi

Apabila menjumpai informasi yang kurang meyakinkan, kalian bisa mengecek keaslian berita dan melaporkannya melalui sarana yang tersedia di masing-masing media. Jangan ragu untuk memeriksa kembali informasi yang diterima melalui media sosial atau broadcast pesan. Caranya mudah!

  1. Kirim pesan WhatsApp ke Chatbot Mafindo ke nomor 085921600500
  2. Cek di situs Kementerian Kominfo di https://komin.fo/inihoaks atau https://turnbackhoax.id dan https://cekfakta.com.
  3. Cek dan buktikan hoaks terkait COVID-19, kunjungi https://s.id/infovaksin

Hindari Hoaks!!!

#DinkesKalbar #Hoaks #HindariHoaks

Bagikan Berita:
Share on email
Back To Top