Penguatan SDM Kesehatan di Kalbar Dengan Penugasan 55 Orang Dokter Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) Angkatan IV Tahun 2018

Ket Gambar : Penglepasan Peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) Angkatan IV Tahun 2017 Dan Pembekalan Peserta Program Intership Dokter Indonesia (PIDI) Angkatan IV Tahun 2018 di Provinsi Kalimantan Barat.

Pontianak, Dinkes Prov. Kalbar.

Serah terima 55 orang dokter internsip yang akan bertugas dan dan pelepasan 40 orang dokter internsip yang telah selesai melaksanakan Program Internsip di Kalimantan Barat, di Mercure Hotel , 8 – 9 November  2018.

Kegiatan yang  dihadiri oleh Pejabat Es. 2 Kemenkes RI (Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan ) dr. H.M. SUBUH MPPM, dr. Dr.dr.Agus Hadian Rahim, Sp.OT, M.Epid, MH.Kes, (dari KIDI Pusat ) serta  dokter pendamping RS/PKM Kab. Melawi, Kab.Sekadau, Kab. Sanggau dan Kab. Sambas,  Manaj. RSUD ke Empat Kabupaten tersebut , anggota KIDI Prov. Kalbar dan Sekretariat PIDI Kalbar ini  diagendakan ada dua kegiatan yaitu Pelepasan Dokter Internship angkatan 4 tahun 2017 dan serah terima Dokter Insternship angkatan 4 tahun 2018  oleh KIDI pusat kepada KIDI Provinsi yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar ,dr Andy Jap, M.Kes.  

Dalam sambutannya , Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat  yang juga sebagai  Ketua KIDI (Komite Internsip Dokter Indonesia) Prov. Kalimantan Barat  mengucapkan terimakasih  kepada 40 dokter Internsip  PIDI Angkatan IV Periode November 2017 yang telah selesai menjalankan  tugas dan menyelesaikan Program Internsip Dokter Indonesia selama satu tahun   dan akan dikembalikan ke asal FK untuk selanjutnya dapat mengabdikaan diri kepada bangsa Indonesia dalam melaksanakan tugas mulia sehingga akan terwujud masyarakat Indonesia sehat.

Selanjutnya Kadinkes Prov. Kalbar  menyampaikan selamat datang kepada 55 dokter internsip  yang yang akan ditempatkan di 5 Wahana Kabupaten  Provinsi Kalbar. Pelaksanaan Program  Internsip Dokter Indonesia  (PIDI ) untuk angkatan IV di  Kalimantan Barat berjumlah   55 orang dokter internsip tersebut  berasal dari 15 Fakultas Kedokteran yaitu : Universiatas Katolik Atmajaya, Universitas Batam, Univ. Islam Indonesia, Univ.Sultan Agung, Univ. Kristen Duta Wacana, Universitas Krida Wacana, Univ. Muhammadiayah Surakarta, Univ. Prima Indonesia, Univ. Sebelas Maret, Univ. Sumatera Utara, Univ Tanjung Pura, Univ. Tarumanegara, Univ. Wijaya Kusuma dan Uni. Yarsi.dan Penempatan dokter internsip angk. IV ini diwahana Kab, Melawi, sekadau, Sanggau dan RSUD Pemangkat Kab. Sambas.  untuk itu penempatan dokter internsip ini mendapatkan bimbingan, khususnya kemahiran dan kemandirian medis dari pendamping Rumah Sakit dan Puskesmas, agar para Dokter  Internsip tersebut menjadi dokter – dokter Indonesia yang berkualitas dan kompeten sebagaimana yang kita harapkan. Kadinkes Dr Andy Jap selaku Ketua KIDI Kalbar juga menyampaikan pesan kepada para dokter Internsip untuk berkomitmen bertugas di wahana dengan sepenuh hati, menjalankan tugas sesuai ketentuan, dapat berdaptasi dengan budaya setempat. Jadilah dokter yang baik dan professional.

Sementara itu, dalam  arahannya dr. H.M.Subuh, MPPM menyampaikan Program PIDI ini merupakan amanah dari Undang – Undang nomor 20 tahun 2013 tentang  Pendidikan Kedokteran  dan telah dijabarkan dalam peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Program Internsip dokter dan dokter Gigi Indonesia, sehingga wajib dilaksanakan oleh semua pihak terkait internsip. Untuk diketahui bersama, bahwa pelaksanaan Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI ) telah memasuki tahun yang kesembilan. Jumlah dokter yang telah mengikuti PIDI sejak tahun 2010 sampai dengan angkatan IV periode November 2018 sebanyak 50.552 dokter, mereka berasal dari 75 FK yang penempatannya tersebar di 34 Provinsi. Pada PIDI Angkatan IV periode November 2018 akan diberangkatkan sebanyak 3.851 orang dokter dari 70 FK, ditempatkan di 33 provinsi denagn jumlah 501 wahana PIDI, terdiri dari 247 RS dan 252 PKM, dengan 723 dokter pendamping yang membimbing dokter internsip.

Dr. H.M. Subuh, MPPM    juga menyampaikan Kementerian Kesehatan terus berusaha melakukan perbaikan – perbaikan dalam pelaksanaan dan pengembangan Program Internsip, baik dalam hal pelaksanaannya sampai dengan pasca penempatannya, yaitu dengan memberikan kesempatan pasca Program  Internsip dokter Internsip yang telah selesai dipersilahkan untuk bergabung bersama  melalui Program Nusantara Sehat. Program Nusantara Sehat merupakan   program penempatan tenaga kesehatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan yang berbasis Tim merupakan pengganti dari Program Dokter PTT.

Diakhir  kata Beliau mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Stakeholder atas Komitmen serta dukungan selama ini dalam pelaksanaan Program Internsip Dokter Indonesia.

Berita ini di Publikasikan oleh tim Web Dinkes Prov Kalbar tahun 2018

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Back To Top