Date & Time |
Menu

Penguatan Jejaring Kerja dan Partisipasi Masyarakat Dalam Program Kesehatan Jiwa

Keterangan Gambar : Kepala Dinas bersama Kepala Bidang P2 berfoto bersama saat acara pembukaan pertemuan tentang kesehatan jiwa , di Hotel Gajahmada Pontianak.
Pontianak, Dinkes Prov. Kalbar

Masalah kesehatan jiwa di Kalimantan Barat berdasarkan Riskesdas Tahun 2013  yaitu 0,7 per 1000 Anggota Rumah Tangganya mengalami Skizofrenia / Psikosis , dan berdasarkan Riskesdas Tahun 2018 didapatkan peningkatan kasus yaitu 0,21 % berdasarkan penduduk dari semua umur ( jumlah 5.069.385 orang ) dimana sasaran Orang Dengan Gangguan Jiwa  (ODGJ) adalah 10.645 orang, 50 % berada di pedesaan yang kemungkinan tidak terjangkau sarana kesehatan dan di pedesaan tradisi tindakan yang di lakukan tidak sedikit dengan cara pemasungan.

Dalam sambutannya saat membuka acara dalam rangka rangkaian peringatan hari kesehatan jiwa sedunia, Kepala Dinas Kesehatan Provinisi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes pada tanggal 08 Oktober 2019, di Hotel Gajah Mada Pontianak, mengatakan “dampak dari tidak terdeteksinya dan kurangnya tatalaksana gangguan jiwa di masyarakat sangat bervariasi, mulai dari menurunnya tingkat produktivitas, tingginya angka perlakuan salah pada orang dengan gangguan jiwa termasuk tindak pemasungan dan penelantaran, hingga meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas akibat bunuh diri maupun penyakit fisik”.

Keterangan Gambar : drg. Luki Hartanti, MPH, Kasubdit Masalah Penyalahgunaan NAPZA, Kemenkes RI memberikan materi tenatang kesehatan jiwa dan NPZA.

Adapun output yang dharapkan dari pertemuan ini adalah meningkatnya penyelenggaraan upaya kesehatan jiwa di Kabupaten/Kota, orang dengan gangguan jiwa mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar sehingga capaian Standar Peleyanan Minimal (SPM)  kesehatan penanganan ODGJ meningkat dan  menurunnya kasus pemasunagan.

Penguatan peran – peran jejaring kerja dalam meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa dengan merevitalisasi Tim  Pengarah  Kesehatan Jiwa Masyarakat ( TP-KJM ) sangat diperlukan. TP-KJM merupakan suatu wadah koodinatif  lintas sektor dalam pencegahan dan penanggulangan masalah kesehatan jiwa dan psikososial, yang terdiri dari Tim Pembina (tingkat Pusat),  Tim Pengarah (tingkat Provinsi), dan Tim Pelaksana (tingkat Kab/Kota) Kesehatan Jiwa Masyarakat. Dengan koordinasi yang dilakukan membuka peluang terhadap terbentuknya kebijakan dan regulasi yang mendukung upaya kesehatan jiwa terintegrasi.

BERITA DI PUBLISH OLEH TIM WEBSITE
DINAS KESEHATAN PROVINSI KLAIMANTAN BARAT

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Recent Post

Back To Top