Penggunaan Obat Rasional (POR) Menjamin Keselamatan Pasien

Keterangan gambar : Peserta dan Narasumber Kegiatan  Sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat di Kabupaten Ketapang.

Pontianak, Dinkes Prov. Kalbar

“Penggunaan obat yang rasional (POR) di setiap fasilitas pelayanan kesehatan upaya pembangunan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu, merupakan salah satu langkah sehingga tercapai keselamatan pasien (patient safety)” ungkap Kepala Seksi Kefarmasi dan Alat Kesehatan Dinkes Provinsi Kalbar, Indah Puspasari,S.Si,MPH.

Jelaskan  pula oleh  Kasie Farmakes ini, bahwa menurut WHO, penggunaan obat dikatakan rasional apabila pasien menerima obat yang sesuai dengan kebutuhan klinisnya, dalam dosis yang sesuai dengan kebutuhan, dan dalam periode waktu yang adekuat. Selanjutnya menurut Indah penggunaan obat secara tidak tepat juga dilakukan oleh masyarakat, hal ini baik kurangnya kepatuhan pasien dalam menggunakan obat yang diresepkan maupun dalam pengobatan sendiri (swamedikasi). Indah menjelaskan.

Swamedikasi itu sendiri menurut  Indah adalah, sebuah upaya pengobatan sendiri yang dilakukan oleh masyarakat sebelum mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan, lanjut Indah menjelaskan bahwa dan swamedikasi  secara tidak tepat dapat dilakukan karena berbagai hal seperti kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pengobatan, tingginya promosi obat oleh produsen melalui berbagai media, dan kurangnya informasi dari tenaga kesehatan. Imbuh Kasie Farmalkes ini.

Dan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) merupakan upaya  Gerakan yang dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan masyarakat dalam memilih, mendapatkan, menyimpan dan menggunakan obat dengan benar. Lanjut Indah.

Keterangan gambar : Suasana diskusi kelompok dalam membahas Swamedikasi di masyarakat oleh peserta sosialisasi & evaluasi pelaksanaan gema cermat, dan optimalisasi aoc dalam rangka mendukung germas di kabupaten/kota, provinsi tahun anggaran 2019 di Kabupaten Ketapang.

Upaya lain yang dilakukan oleh Dinkes Provinsi Kalbar tentunya secara berkelanjutan melakukan Pertemuan, sosialisasi meliputi pemberian materi kepada masyarakat terkait GeMa CerMat ini, Kasi Farmalkes menjelaskan,  dan dengan edukasi menggunakan paket obat yang sering digunakan dan obat swamedikasi, dimana paket obat tersebut terdiri dari: obat diare, obat maag, flu, obat tetes mata dan telinga, dan unutk meningkatkan optimalisasi kegiatan pembekalan  maka dibuat sebuah program berupa, Apoteker (AoC) Agent of Change, yaitu pemberian materi edukasi masyarakat, diskusi kelompok, dan peningkatan kapasitas AoC. Indah menjelaskan.

Dan kegiatan evaluasi pelaksanaan Gema Cermat di Kabupaten/ Kota sendiri, yang telah tersosialisasi tahun sebelumnya, tentunya meliputi monitoring dan evaluasi, pengumpulan data, analisis data, penyusunan rencana tindak lanjut, kata Indah Puspasari menjelaskan. (sur)

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Back To Top