Pemuda Dan Kesehatan Jiwa di Tengah Perubahan Dunia

Dinas Kesehatan <br> Provinsi Kalimantan Barat

Dinas Kesehatan
Provinsi Kalimantan Barat

Foto Bersama Koordinasi Pertemuan Pencegahan Dan Penanggulangan Dimensia

Ket gambar : Pertemuan koordinasi Kesehatan Jiwa dan Pelatihan bagi petugas dan guru SMA yang dilaksanakan oleh seksi PTM Keswa Napza  Dinkes Prov Kalbar ,  2018.

Pontianak, Dinkes Prov. Kalbar

Kesehatan JIwa usia dini, anak dan remaja menjadi kekuatan bagi generasi penerus dalam menghadapi tantangan dunia yang sangat cepat berubah, Demikian makna dari “ Young people and mental health in changeworld ” tahun 2018 ini.

Sebagai wujudnya generasi muda harus terbebas dari gangguan kejiwaan dan generasi muda harus mampu membuat perubahan sehingga generasi muda itu mampu menjadi seorang agent perubahan.

Kesehatan Jiwa dan mental itu sendiri merupakan amanah dari Undang-Undang No.18 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Jiwa. Pasal 1 menyatakan bahwa Kesehatan Jiwa adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan/stress, dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya.

Kesehatan jiwa dipandang penting karena permasalahan kesehatan jiwa sangat besar dan menimbulkan beban pembangunan yang signifikan. Jika permasalahan kesehatan jiwa tidak ditanggulangi akan menurunkan status kesehatan fisik, menurunkan produktivitas kerja dan kualitas sumber daya manusia, sehingga menimbulkan disharmoni keluarga, permasalahan psikososial dan menghambat pembangunan bangsa. Untuk itu perlu dilakukan berbagai upaya dalam bidang kesehatan jiwa yang meliputi: promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif secara terintegrasi komprehensif dan berkesinambungan sepanjang siklus kehidupan manusia.

Selain itu Upaya tersebut dilaksanakan mulai dari  lingkungan keluarga, hingga ke masyarakat, lembaga pendidikan, fasilitas pelayanan, lembaga keagamaan, lembaga pemasyarakatan serta melibatkan berbagai sumber daya yang ada di masyarakat.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat  melalui seksi PTM Keswa/Napza sendiri telah melakukan upaya-upaya yang bertujuan untuk melatih peningkatan kemampuan dan ketrampilan guru-guru di tingkat SMA agar mereka mampu menyikapi permasalahan  seputar kesehtan jiwa dan napza.

Undang-Undang No.18 Tahun 2014 menjadi dasar dalam pelaksanaan kegiatan  kesehatan jiwa dimana sasarannya dimulai dari usia anak – remaja – usia  produktif dan lansia. Disamping itu  Seksi PTM keswa Napza ini, juga melakukan kegiatan bagi lansia agar terhindar dari dimensia. Dimensia    merupakan bagian dari gangguan kejiwaan berupa penurunan daya ingat (dimensia). Kegiatan ini di ikuti oleh petugas keswa puskesmas yang  menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat. (surya)

Sumber : Seksi PTM Keswa Napza 2018

Hari Kesehatan Jiwa, 10 Oktober 2018 )
Berita ini di Publikasikan oleh tim Web Dinkes Prov Kalbar tahun 2018