Pemberlakukan Sistem “OSS” sebagai perizinan berusaha terintegrasi untuk Apotek dan Toko Obat

Dinas Kesehatan <br> Provinsi Kalimantan Barat

Dinas Kesehatan
Provinsi Kalimantan Barat

Pembukaan Pembekalan Nakes Tentang Perizinan Apotek & Toko Obat, Serta Pelayanan Kefarmasian di Apotek

Ket : Pembukaan Pembekalan Nakes Tentang Perizinan Apotek & Toko Obat, Serta Pelayanan Kefarmasian di Apotek

Pontianak, Dinkes Prov. Kalbar

OSS atau Online Singgle Submision merupakan upaya pemerintah dalam menyederhanakan perizinan berusaha dan menciptakan model pelayanan perizinan terintegrasi yang cepat dan murah, serta memberi kepastian. Dengan sistem OSS, izin berusaha akan didapat oleh pelaku usaha dalam waktu  kurang dari satu jam. Untuk aturan pendukung pelaksanaan OSS dibidang Kesehatan  Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Farid Moeloek, telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes/PMK) Nomor 26 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik Sektor Kesehatan pada 12 Juli 2018. Salah satu Perizinan Berusaha sektor kesehatan yang diatur dalam permenkes 26 tahun 2018 adalah Izin Apotek dan Toko obat. Dimana Total Apotek yang ada diwilayah Kalbar 316 dan Toko Obat 335.

Untuk mendukung Proses Perizinan OSS di bidang kesehatan maka DInas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat melalui Seksi Kefarmasian dan Perbekalan Alkes mengadakan pertemuan Pembekalan Tenaga kesehatan kab/kota tentang Perizinan Apotek dan Toko Obat serta Pelayanan Kefarmasian di Apotek , bertempat di Hotel Borneo pada tanggal 3-5 Oktober 2018. Melalui kegiatan ini dilakukan peningkatan Pengetahuan dan keterampilan Tenaga Dinkes dan PTSP kab/kota serta Organisasi Profesi dalam proses penerbitan izin apotek dan toko obat serta pelaksanaan pembinaan dan pengawasan berupa sumber daya manusia; dan  sarana dan prasarana di Apotek dan Toko Obat.

Dr. Andy Jap, M.Kes (Kadinkes Prov Kalbar) yang membuka pertemuan pada tanggal 1 Oktober 2018 di Hotel Borneo, mengatakan bahwa pertemuan ini saya anggap tepat dan sangat penting bagi kita semua, mengingat pada kesempatan ini para pelaksana Perizinan OSS dan Pelayanan Kesehatan di Apotek dan Toko Obat melakukan komitmen bersama-sama untuk melaksanakan pelayanan dan perizinan yang terstandar, sehingga menunjang keberhasilan pemerintah dalam penerapan OSS dan penggunaan obat yang rasional di masyarakat yaitu pengobatan yang tepat indikasi, aman, bermutu dan harga terjangkau.

Pertemuan dihadiri oleh pengelola farmasi  Dinas Kesehatan 14 Kab/Kota, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu 14 Kab/Kota, Organisasi Profesi PD IAI, FAPI dan GP Farmasi Perapotekan serta Dinkes Provinsi Kalbar. Kegiatan ini dilaksanakan secara swakelola melalui paparan materi, diskusi, tanya jawab dan pengumpulan data Kefarmasian di Apotek dan Penggunaan Obat Rasional,. Narasumber dari  Ditjen Kefarmasian dan Alkes, Balai Besar POM, IAI, Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan PTSP Kota Pontianak serta Dinas Kesehatan Provinsi. (di publikasikan oleh Tim web infokes )

Sumber : Seksi Kefarmasian dan Alkes

Berita ini di Publikasikan oleh tim Web Dinkes Prov Kalbar tahun 2018