PELEPASAN PASIEN CONFIRM COVID-19 YANG TELAH DINYATAKAN SEMBUH OLEH GUBERNUR KALIMANTAN BARAT

Sembuh merupakan harapan bagi seseorang yang menderita sakit, apalagi kalau pernyataan sembuh ini disampaikan pada penderita Covid-19 adalah pernyataan yang begitu melegakan diantara pasien dalam masa penantian berminggu minggu. Penyakit ini bukan sulit untuk disembuhkan akan tetapi proses untuk dinyatakan sembuh jika dua kali pemeriksaan swab dengan hasil negative. Dan untuk mendapatkan hasil laboratorium yang memakan waktu berminggu minggu tanpa ada kepastian ditambah kondisi terisolasi membuat pasien jadi stress sehingga berdampak dalam proses penyembuhan. “sangat lega dan sangat bersyukur” demikian pernyataan salah satu pasien dalam acara pelepasan pasien Covid-19.
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji pada hari Kamis tanggal 4 Juni 2020 pukul berkenan melepas 30 pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh di Hotel Kapuas Palace Jalan Budi Karya Pontianak. Pasien yang dilepas merupakan sebagian pasien yang telah dinyatakan sembuh dari tanggal 22 April 2020 sampai sekarang. Pasien ini beberapa berdomisili di Kota Pontianak, Kuburaya dan Bengkayang. Acara ini dihadiri oleh Edi Rusdi Kamtono (Walikota Pontianak), Harisson (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi), Sidig Handanu (Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak), Yulianti Saripawan ( Direktur RSUD Dr. Soedarso) dan Zulkarnaen Siregar (DPRD Provinsi)
Dalam kesempatan tersebut Sutarmidji menjelaskan kerja keras dari Pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat dalam mencegah peningkatan kasus Covid-19 dan upaya membantu pasien dalam mempercepat proses penyembuhan, diantaranya melalui perbaikan menu konsumsi makanan bergizi bagi pasien Covid-19 baik yang dirawat di Rumah Sakit Dr. Sudarso maupun yang isolasi di gedung isolasi. Selanjutnya Sutarmidji menjelaskan jumlah pasien yang sembuh telah semakin meningkat sedangkan kasus telah mengalami penurunan di pecan terakhir ini. Penekanan diberikan kepada masyarakat untuk tidak memberikan stigma buruk terhadap penderita, ketidak pedulian masyarakat terhadap COVID-19 dan harapan kepada pasien yang sembuh untuk menjadi agent perubah di masyarakat dengan menceritakan apa yang dialami, dan upaya yang telah dilakukan dalam mencapai kesembuhan dari Covid-19.
Pada kesempatan tersebut Sutarmidji memberikan kesempatan kepada dua orang dokter yang telah dinyatakan sembuh untuk menceritakan pengalamannya selama sakit dan apa yang telah dilakukan sampai dinyatakan sembuh. Kesempatan pertama seorang dokter Spesialis Mata menceritakan selama sakit bisa disebut dirinya adalah OTG (orang tanpa gejala), gejala yang dialami hanya sakit tenggorokan. Status Confirmasi tidak hanya dialami oleh dirinya tetapi juga seluruh keluarga dan semuanya merupakan OTG. Ini menunjukkan bahwa di masyarakat kita kemungkinan banyak OTG yang harus perlu diwaspadai. Upaya yang dilakukan dalam masa isolasi adalah istirahat cukup, tidak stress, konsumsi makanan bergizi, vitamin terutama C dan E, madu dan kurma.
Selanjutnya dokter Spesialis penyakit dalam yang juga merupakan kasus Confirmasi Covid-19 menceritakan keluhannya bukan seperti yang selama ini disebutkan yaitu batuk dan demam akan tetapi beliau mengalami keluhan penyumbatan pembuluh darah di kaki.

Berdasarkan penjelasan kedua kasus Confirm tersebut menunjukkan kita perlu mewaspadai gejala penyakit apapun di musim pandemic Covid-19 ini. Selanjutnya setelah Bapak Walikota dan Zulkarnaen Siregar menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran kesehatan dan Pemerintahan Provinsi serta memberikan selamat pada yang sembuh dan untuk selalu berperilaku hidup bersih dan sehat.
Sebelum acara diakhiri dengan doa, Gubernur menyerahkan Piagam Ucapan Selamat serta bingkisan kepada pasien yang sembuh.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Back To Top