Date & Time |
Menu

PELAYANAN KESEHATAN ANAK USIA SEKOLAH DAN REMAJA DALAM MENYONGSONG BONUS DEMOGRAFI YANG BERKUALITAS

Keterangan Gambar : Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi saat memberikan materi tentang Posyandu Remaja.

Pontianak, Dinkes Prov. Kalbar

Dalam perkembangan  kehidupan manusia, masa remaja merupakan masa yang sangat penting, setelah melewati masa kanaka-kana untuk menuju masa dewasa, dimana secara fisik akan mengalami pertumbuhan secara pesat dan perkembangan psikososial serta emosional. Dengan intervensi dan  penangganan anak usia sekolah dan remaja sejak dini dilakukan, maka bonus demografi ditahun   2035, anak usia sekolah dan remaja akan mempunyai kualitas yang unggul sebagai sumber daya manusia yang produktif.

“Pada periode ini remaja memerlukan informasi dan pengetahuan yang cukup agar memahami perubahan yang dialaminya. Masa remaja adalah masa transisi karena usia tersebut dianggap anak harus dapar berpikir sendiri, tetapi di satu sisi anak remaja dianggap masih belum bisa mengambil keputusan yang tepat”, hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. H. Horisson, M.Kes saat memberikan sambutan dan arahan pada acara pembukaan kegiatan Peningkatan Kualitas Pelayanan Anak Usia Sekolah dan Remaja Melalui Pelaksanaan Standar Nasional Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja, di Hotel Garuda, Pontianak, Selasa, 27/09/2019.

Dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, sesuai dengan Permenkes  Nomor 25 tahun 2014 terkait pelayanan kesehatan remaja, bahwa setiap anak memiliki kemampuan Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) memiliki  Keterampilan Hidup Sehat (PKHS) dan keterampilan sosial yang baik sehingga anak dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal, dan tentunya orang tua harus memberikan contoh di dalam keluarga, sehingga  berguna untuk menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan.

Peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada sekelompopk remaja mengenai masalah yang dihadapinya, diharapkan dapat membantu mengatasi masalah remaja lain dan memberikan pengaruh baik dan meningkatkan akses terhadap informasi dan dan pelayanan kesehatan remaja. Petugas kesehatan di Puskesmas selaku pemberi pelayanan kesehatan kepada remaja perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus agar remaja dapat dengan nyaman mudah mengemukakan permasalahan kesehatan yang dihadapinya.

Keterangan Gambar : Kegiatan Penjaringan dan Skrining masalah kesehatan dengan menggunakan Algoritma Manajemen Terpadu Pelayanan Kesehatan Remaja (MTPKR).

Kegiatan peningkatan kualitas pelayanan anak usia sekolah dan remaja di laksanakan dari tanggal 27-30  Agustus 2019, di ikuti pengelola program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Poltekes dan dari 2 Puskesmas terpilih,  materi kegiatan  yang disampaikan yaitu tentang Standar Nasional PKPR, PKHS, UKS, Pengembangan  Model Sekolah Sehat, Posyandu Remaja, MTPKR, Keamanan Pangan Kantin Sekolah, dan Kesehatan Lingkungan  Sekolah.

Akhir dari kegiatan adalah praktek lapangan terkait dengan kegiatan penjaringan anak sekolah dan skrining masalah remaja dengan menggunakan algoritma MTPKR di SMA Santun Untan, Pontianak tanggal 30 Agustus 2019.

BERITA DI PUBLISH OLEH TIM WEBSITE
DINAS KESEHATAN PROVINSI KLAIMANTAN BARAT

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Recent Post

Back To Top