Pelatihan Komunikasi Perubahan Perilaku Pencegahan Stunting

Stunting atau sering disebut pendek adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, stimulasi psikososial serta paparan infeksi berulang terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),  yaitu dari janin hingga anak berusia dua tahun. Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badannya berada di bawah minus dua standar deviasi (-2SD) anak seusianya. Stunting dan kekurangan gizi lainnya yang terjadi pada 1.000 HPK tidak hanya menyebabkan hambatan pertumbuhan fisik dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, tetapi juga mengancam perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa dewasanya.

Di Kalimantan Barat total jumlah balita yang mengalami stunting di Kabupaten/kota sebanyak 27,3 %(EEPGBM 2019). Kondisi Stunting sangat dipengaruhi oleh faktor perilaku seperti cuci tangan, buang air besar sembarangan yang akan menimbulkan dampak infeksi, pola asuh dan pola konsumsi dan ASI eklusif.

Karena perilaku merupakan faktor yang besar pengaruhnya diperlukan pola  Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku yang tepat dan terpadu.  Advokasi, kampanye, Komunikasi Antar Pribadi (KAP) dan mobilisasi social merupakan kegiatan strategy komunikasi yang harus dipahami tenaga promosi kesehatan dalam mengatasi Stunting.

Berdasarkan pertimbangan di atas Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat melalui Bidang Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan Pelatihan Komunikasi Perubahan Perilaku Pencegahan Stunting di Hotel Golden Tulip Jalan Teuku Uar Pontianak. Acara ini dilaksanakan selama enam hari dari tanggal 22 sampai tanggal 26 September 2020.

Pelatihan ini diikuti oleh seluruh kabupaten/ kota kecuali Kabupaten Kapuas Hulu, dengan peserta 38 orang. Peserta pelatihan ini terdiri dari pengelola program  Promosi Kesehatan dan pengelola program Gizi dengan harapan selesai kegiatan akan ada kolaborasi kerjasama antara Gizi dan Promosi Kesehatan dalam penanggulangan stunting di Kalimantan Barat. Narasumber Pelatihan berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi dan Widyaiswara Unit Pelatihan Kesehatan.

Peserta Pelatihan

Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Bapak Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dr. Harisson, M.Kes. Dalam sambutannya Kadis menekankan pentingnya kerjasama, karena perilaku termasuk perilaku kesehatan ditentukan oleh multidimensi yang sangat sulit untuk diselesaikan hanya oleh tenaga promosi kesehatan. Selanjutnya Kadis juga memberikan motivasi untuk selalu tidak putus asa melakukan upaya upaya promosi kesehatan dalam pencegahan stunting.

Hasil dari pelatihan ini disamping peningkatan kapasitas peserta, juga menghasilkan rancangan Rencana Aksi Daerah dan rencana tindak lanjut yang dapat diimplementasikan di kabupaten/ kota setelah kembali ke daerah. Pelatihan ini juga akan dilanjukan kegiatan di daerah terutama untuk daerah lokus stunting Kabupaten Ketapang, Sambas, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu.

Penutupan pelatihan dilakukan oleh Abdul Haris Jauhari Kepala Seksi Promosi Kesehatan, dengan pesan untuk melaksanakan apa yang telah direncanakan dalam pelatihan ini dan tidak lupa mengingatkan untuk selalu menjaga kesehatan dari penyakit Covid 19 dengan selalu melakukan 3 M Memakai Masker, Mencuci Tangan dengan Sabun dan Menjaga Jarak. (Haris)

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Back To Top