Berita Seputar Dinas Kesehatan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat

Berita
Dinkes Kalbar

Lebih Waspadai Rabies

Rabies atau sering disebut penyakit anjing gila merupakan penyakit zoonosa terpenting di Indonesia. Penyakit tersebut tersebar luas di 18 provinsi dengan jumlah kasus gigitan cukup tinggi setiap tahunnya, mencapai 16 ribu kasus. Serta, belum ditemukan obat atau cara pengobatan untuk penderita rabies, sehingga selalu diakhiri dengan kematian pada hampir semua penderita, baik manusia maupun hewan. Penularan rabies pada manusia sering disebabkan gigitan hewan mamalia yang telah terinfeksi, seperti anjing, kucing, kelelawar,

Selengkapnya »
Berita
Dinkes Kalbar

Hindari Kecanduan Smartphone Sikapi dengan Bijaksana

Pontianak,Dinkes Prov KalbarBagi sebagian masyarakat, smartphone dengan layanan internet hampir selalu berada dalam genggaman, karena memberi kemudahan bagi banyak orang untuk dapat mengakses informasi bahkan hiburan. Meski demikian, penggunaan yang tidak tepat atau berlebihan dapat membawa penggunanya pada ketergantungan atau kecanduan. Praktisi kesehatan jiwa dari Universitas Atma Jaya, dr. Eva Suryani, SpKJ menyatakan bahwa tidak dipungkiri bahwa saat ini, gadget  atau gawai digunakan di mana-mana dan oleh segala usia. Berbagai

Selengkapnya »
Berita
Dinkes Kalbar

Posbindu Upaya Madiri Kesehatan Masyarakat

Pontianak, Maret 2018Kegiatan Posbindu PTM merupakan kegiatan milik masyarakat yang dilaksanakan sepenuhnya dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Sektor kesehatan khususnya Puskesmas lebih berperan dalam hal pembinaan Posbindu PTM dan menerima pelayanan rujukan dari Posbindu PTM di wilayah kerjanya karena pada prinsipnya kegiatan Posbindu PTM mencakup upaya promotif dan preventif, maka di dalam kegiatan Posbindu PTM tidak mencakup pelayanan pengobatan dan rehabilitasi. Posbindu PTM akan merujuk setiap kasus PTM

Selengkapnya »
Berita
Dinkes Kalbar

Lebih Waspadai Rabies

Rabies atau sering disebut penyakit anjing gila merupakan penyakit zoonosa terpenting di Indonesia. Penyakit tersebut tersebar