Memilih Makanan Sehat untuk Menjaga Kehamilan

Sebuah kebudayaan merupakan kebiasaan yang diterapkan oleh masyarakat yang kemudian diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Jadi, kebudayaan dapat disimpulkan sebagai keseluruhan gagasan, tindakan, dan hasil karya yang ada pada kehidupan manusia.

Hal tersebut karena nilai budaya memiliki konsep yang penting mengenai sesuatu yang ada dalam pikiran manusia sehingga dapat berfungsi sebagai pedoman kehidupan. Kebudayaan mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, kemampuan-kemampuan, dan kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Salah satu bentuk kebudayaan yang dilakukan oleh masyarakat adalah perilaku. Perilaku adalah tindakan yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan berdasarkan pada pengetahuan, kepercayaan, nilai, dan norma. Perilaku manusia adalah sekumpulan kebiasaan yang dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, etika, kekuasaan, nilai, persuasi, dan genetika.

Salah satu perilaku manusia yaitu dimulai dari kebiasaan yang berkaitan dengan kesehatan. Perilaku kesehatan adalah segala bentuk pengalaman dan interaksi individu dengan lingkungannya, terutama yang berkaitan dengan pengetahuan dan sikap tentang kesehatan yang membentuk tindakan individu terhadap kesehatan.

Dalam sebuah penelitian disebutkan munculnya perilaku kesehatan juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Perilaku kesehatan dipengaruhi oleh 2 (dua) faktor pokok yaitu faktor perilaku dan faktor non-perilaku. Faktor perilaku sendiri ada tiga cakupan, yaitu faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor pendorong.

Faktor predisposisi adalah faktor yang menyangkut tentang pengetahuan individu, sikap, tradisi, norma sosial, dan kepercayaan, kemudian untuk faktor pendukung lebih pada ketersedianya sarana pelayanan kesehatan dan kemudahan, yang terakhir yaitu faktor pendorong di mana lebih pada sikap, perilaku dari keluarga dan petugas kesehatan.

Mengingat betapa pentingnya perilaku kesehatan, maka selain berbagai faktor di atas juga harus mencakup pendukung lain seperti, olahraga yang teratur, istirahat yang cukup, gaya hidup yang positif, tidak merokok, tidak minum-minuman keras dan narkoba, mengendalikan stres, dan makanan yang sehat.

Salah satu bagian dari hal-hal tersebut yang harus terpenuhi adalah gizi seimbang yang berhubungan dengan memilih makanan yang bergizi. Jika dilihat dari sudut pandang gizi, kesehatan dari makanan bukan hanya menyangkut semua makanan sehat, tetapi juga harus terdiri dari 4 (empat) komponan, yaitu karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin. Selain itu juga harus dilengkapi dengan kalsium.

Selain sudut pandang gizi, makanan juga dilihat dari sudut pandang budaya. Dilihat dari sudut pandang budaya, makanan meliputi pilihan rasional terhadap jenis makanan, cara memasak, kesukaan, dan ketidaksukaan, kepercayaan, dan pantangan-pantangan yang berkaitan dengan bagaimana cara memproduksi, mempersiapkan, dan mengonsumsi makanan.

Pemilihan makanan sangat penting untuk dilakukan, karena berpengaruh pada kondisi kesehatan seseorang. Salah satu kondisi di mana seseorang harus memperhatikan kesehatan dan melakukan pemilihan makanan adalah pada saat hamil, karena pemilihan makanan pada ibu hamil bukan hanya berpengaruh pada dirinya sendiri tetapi juga berpengaruh pada perkembangan janinnya.

Ibu hamil sendiri merupakan salah satu kelompok manusia yang rawan terhadap kesehatan terutama masalah gizi. Oleh karena itu, ibu hamil memerlukan makanan yang berkualitas baik, tidak berlebihan dan tidak kekurangan. Makanan yang dikonsumsi ibu hamil tentu sebaiknya tidak hanya mengikuti selera makan saja, tetapi juga perlu dilihat kebutuhan makanan yang diperlukan untuk kesehatan.

Ibu hamil yang mudah mengakses makanan memiliki kemungkinan memilih makanan yang baik. pemilihan makanan yang baik adalah pemilihan makanan yang menyediakan gizi yang cukup untuk kebutuhan kesehatan kehamilan.

Dalam sebuah penelitian disebutkan selain gizi yang cukup, pemilihan makanan juga dipengaruhi oleh kepercayaan, pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam memilih makanan. Karena pemilihan makanan pada ibu hamil akan dibentuk oleh resep sosial dan mitos-mitos dari lingkungannya baik berupa larangan maupun anjuran, terutama dilakukan oleh suami dan keluarga ibu hamil.

Dengan demikian pengetahuan ibu hamil tentang cara memilih makanan untuk menjaga kesehatan kehamilan sangat penting untuk diketahui:

Sumber informasi kesehatan makanan

Lingkungan dapat memberi pengaruh positif maupun negatif bagi seseorang, di mana seseorang dapat mempelajari hal-hal yang baik dan juga hal-hal yang buruk. Berbagai informasi yang didapatkan ibu hamil membuat dirinya semakin bingung untuk memilih.

Dengan kata lain mungkin makanan yang dianggap baik untuk dikonsumsi nyatanya belum dianggap baik pada kondisi tertentu.

Pentingnya pengetahuan menjaga kesehatan, ibu hamil percaya bahwa dirinya sehat, ketika mereka tidak banyak pikiran dan tidak mengalami komplikasi yang akan berdampak buruk pada janinnya.

Pemikiran yang ada di dalam diri ibu hamil akan dirasakan juga oleh anak yang ada di dalam kandungannya, untuk itu sebisa mungkin ibu hamil menghindari pikiran stress selama masa kehamilan, tentu hal tersebut berpengaruh sangat besar.

Pengetahuan tentang Kesehatan Makanan

Sosialisasi yang diberikan oleh orang tua lebih sering diterima ibu hamil daripada sosialisasi yang diberikan oleh bidan. Kepedulian orang tua terhadap ibu hamil memang sangat terlihat, karena banyak hal yang orang tua sosialisasikan kepada ibu hamil terutama tentang makanan yang tidak boleh untuk dikonsumsi. Kepedulian dari orang tua lah yang membuat ibu hamil tetap diam dan menghormati orang tua.

Makanan yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan.

Dalam hal ini makanan yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan memang selalu hadir dalam kehidupan masyarakat Jawa. kebiasaan makan yang terbukti merupakan hal yang paling menentang perubahan di antara semua kebiasaan. Semua makanan mampu memainkan peranannya masing-masing di setiap daerah.

Peran yang dimainkan oleh makanan ada dua macam yaitu berupa pantangan makanan dan anjuran makanan. Suatu makanan yang disukai belum tentu boleh dimakan, begitu juga sebaliknya makanan yang tidak disukai belum tentu tidak boleh dimakan.

Sehingga munculnya pandangan tentang makanan yang boleh atau tidak boleh dimakan menimbulkan kategori “bukan makanan” sebagai sebutan makanan yang tidak boleh dimakan.

Pengetahuan tentang Cara Memilih dan Mengolah Makanan

Memilih makanan untuk ibu hamil memang tidak mudah untuk dilakukan. Dibutuhkan pengetahuan yang kuat oleh ibu hamil untuk dapat melakukannya. Cara memilih bahan-bahan makanan yang baik juga harus diimbangi dengan pengolahan makanan yang baik pula, sehingga antara pemilihan bahan dan pengolahan bisa seimbang.

Dari ulasan di atas tentunya perilaku yang utuh ditentukan oleh pengetahuan, pikiran, keyakinan, dan emosi yang memegang peranan sangat penting. Makanan baik yang diketahui oleh ibu hamil, tidak dilakukannya ketika makanan tersebut tidak diizinkan untuk makan.

Ibu hamil melakukan pemilihan makanan sesuai dengan kehendak orang tua misalnya, namun karena rasa takut dan ingin menghormati orang tua. Salah satu perilaku yang dilakukan oleh ibu hamil yaitu menghindari makanan yang dipantang. Pantangan makanan yang ada dalam budaya masyarakat dapat mengurangi keberagaman makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil.

Oleh karenanya perilaku kesehatan ibu hamil dalam pemilihan makanan untuk menjaga kehamilan tentunya berpengaruh besar selama kehamilan, tentunya menjaga kesehatan, memilih makanan, mengolah makanan yang benar menjadi perilaku kesehatan yang harus dilakukan oleh setiap ibu hamil selama kehamilan dengan demikian kesehatan ibu selama kehamilan dan anak tentunya terjaga.

 

Sumber: Yankes Kemkes RI

 

#dinkeskalbar #makanansehat #ibuhamil #kehamilan

Bagikan Berita:
Share on email
Back To Top