Date & Time |

LEPAS SAMBUT PESERTA PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA ( PIDI ) ANGKATAN I TAHUN 2019-2020 PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on google
Google+

DINKES PROV. KALBAR – Program Interensip Dokter Indonesia (PIDI) merupakan tahap pelatihan keprofesian praregistrasi berbasis kompetensi primer bagi calon dokter yang telah lulus kualifikasi dan uji kompetensi  kedokteran yang telah mereka tempuh selama pendidikan. Program Internsip Dokter Indonesia dilaksanakan selama satu tahun sebagai syarat untuk mendapatkan kewenangan praktek bagi dokter yang telah lulus pendidikan.

Provinsi Kalimantan Barat telah mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan Program Internsip Dokter Indonesia sejak Tahun 2010. Program Internsip Dokter Indonesia di Provinsi Kalimantan Barat tersebar di 5 Kabupaten/ kota, antara lain  Kabupaten/ Kota Landak, Ketapang, Sekadau, Sambas dan Kubu Raya. 

Keterangan : Sambutan dari Kemenkes RI DR. dr, Yudi Setyanugroho.

DR.dr.Widi Setyanugraha,Sp.Bs(K) yang merupakan perwakilan dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dari Program Intersip Dokter Indonesia (PIDI) mengatakan bahwa PIDI adalah program upaya Pemerintah dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia terutama di Bidang Kesehatan, dan pemantapan mutu profesi dokter untuk penerapan kompetensi yang diperoleh selama 1 Tahun pendidikan yang terintegrasi , komprehensip, dan mandiri dengan menggunakan pendekatan dokter keluarga sebagai upaya pemahiran pendidikan yang diperoleh dengan praktik dilapangan.

Adapun yang mewakili Kepala Dinas Provinsi Kalimantan Barat dalam hal inim diwakili oleh Petrus Budi Raharjo, APP, M.Kes dalam sambutannya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia khususnya para Peserta Program Internsip Dokter Indonesia Angkatan I Tahun 2020 yang berjumlah 58 dokter internsip yang telah memilih Provinsi Kalimantan Barat sebagai wahana Program Intersip dan atas kontribusi dalam kapasitas mereka sebagai tenaga medis dalam mambantu penangan kesehatan masyarakat di Kalimantan Barat. Beliau membuka kesempatan seluas-luasnya bagi peserta apabila ada yang beminat untuk mengabdi sebagai tenaga Dokter di Provinsi Kalimantan Barat pasca pelaksanaan Program Interensip. 

Selain Kepala Bidang SDK dihadiri juga oleh drg. Hary Agung Tjahyadi, M.Kes  sebagai Sekertaris Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dan beliau menambahkan ke 58 orang dokter internship tersebut merupakan lulusan dari berbagai Fakultas Kedokteran yaitu dari : UNRI, UNTAN, UISU, UNPAR, UKI, USU, USAKTI, UPN, UNMALAHAYATI, UMY, UMS, UNSIAH, UNSRAT, UKRIDA, UPI, UNAND, UI, dan UNTAR yang siap bertugas di 5 Wahana RSUD Kabupaten/ Kota Provinsi Kalimantan Barat, yaitu: RSUD Agusdjam 14 orang, RSUD dr. M. Soetomo Lanud Supadio 14 orang, RSUD Landak 14 orang, RSUD Sambas 14 orang dan RSUD Sekadau 7 orang namun ada juga yang mengundurkan diri sebanyak 3 orang.

Back To Top