Lebih Waspadai Rabies

Rabies atau sering disebut penyakit anjing gila merupakan penyakit zoonosa terpenting di Indonesia. Penyakit tersebut tersebar luas di 18 provinsi dengan jumlah kasus gigitan cukup tinggi setiap tahunnya, mencapai 16 ribu kasus. Serta, belum ditemukan obat atau cara pengobatan untuk penderita rabies, sehingga selalu diakhiri dengan kematian pada hampir semua penderita, baik manusia maupun hewan.

Penularan rabies pada manusia sering disebabkan gigitan hewan mamalia yang telah terinfeksi, seperti anjing, kucing, kelelawar, sigung, rubah, dan rakun. Rabies pada anjing masih sering ditemukan pada Amerika Latin, Afrika, dan Asia. Ini karena tidak semua hewan peliharan mendapatkan vaksinasi untuk virus rabies.

Virus rabies masuk dalam keluarga Rhabdoviridae dan genus Lysavirus. Virus ini tidak tahan suhu 60 derjat celsius dan cepat mati, termasuk oleh UV, gliserin 10 persen, dan zal pelarut lemak. Virus ini dapat bertahan hidup selama beberapa minggu dalam larutan glisering pekat pada suhu kamar, serta di bawah suhu 4 derajat celsius selama berbulan-bulan. Masa inkubasi virus rabies bisa dua minggu sampai dua tahun. Di Indonesia berkisar 2-8 minggu.

Virus rabies menginfeksi sistem saraf pusat mahluk hidup yang pada akhirnya menyebabkan penyakit pada otak dan membawa kematian. Gejala awal rabies pada manusia mirip dengan penyakit umum, seperti sakit kepala, demam, kelemahan, dan ketidaknyamanan. Seorang penderita mungkin akan merasakan seperti ditusuk-tusuk atau gatal pada bagian yang telah digigit.

Gejala umum spesifik terinfeksi rabies, seperti kegelisahan, insomnia, perangsangan, kebingunan, takut air, halusinasi, kesulitan menelan, dan peningkatan produksi air liur. Gejala tersebut bisa berlangsung 2-10 hari dan dianggap fase akut infeksi rabies. Setelah tanda-tanda klinik infeksi muncul, hampir selalu membawa akibat fatal. Ada kurang dari 10 kasus yang terdokumentasi manusia selamat dari rabies klinis.

Untuk pengobatan dan penanganan kasus rabies bisa diawali mencuci luka dengan sabun dan air, lalu segera cari pertolongan medis. Untuk hewan peliharan Anda, ikat dengan tali kemudian amati dalam 10-14 hari, untuk setiap tanda infeksi rabies. Jika salah satu gejala muncul, konsultasikan dengan dokter Anda segera.

Jika hewan tersebut mati atau menunjukkan tanda-tanda infeksi rabies dalam periode observasi, hubungi dokter hewan untuk akuisisi sampel tepat mengkonfirmasi adanya virus. Jika hewan diduga rabies adalah anjing liar dan pengamatan mungkin tidak dapat dilakukan, konsultasikan dengan dokter segera untuk vaksinasi pasca paparan dan perawatan luka.

Berita ini di publikasikan oleh Tim Web Dinkes Prov Kalbar tahun 2018

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Back To Top