Kenali Vitamin D Sebagai Suplemen Kesehatan Penunjang Pengobatan Covid-19

(SHUTTERSTOCK/Alrandir)

Vitamin D menjadi salah satu zat yang diperlukan tubuh dan berperan pada sistem daya tahan tubuh, terutama di masa pandemi ini. Vitamin D diperlukan untuk menghadapi kondisi risiko tinggi terjadinya penyakit infeksi serta membantu meningkatkan kualitas hidup pasien, sehingga dapat menurunkan tingkat mortalitas akibat COVID-19.

Vitamin D merupakan vitamin larut lemak. Kebutuhan tubuh akan vitamin D dapat dipenuhi dari asupan makanan dan cukup sinar matahari. Selain itu vitamin D banyak berperan dalam kesehatan tulang dan homeostasis kalsium serta memiliki peranan penting dalam proteksi tubuh dari berbagai penyakit infeksi saluran pernafasan, seperti influenza dan tuberculosis paru.

Seiring dengan pertambahan usia, kemampuan tubuh untuk memproduksi Vitamin D3 akan semakin berkurang. Penurunan eksposur sinar matahari memang dapat meningkatkan potensi untuk mengalami insufisiensi dan defisiensi Vitamin D. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memastikan kecukupan harian Vitamin D melalui mengkonsumsi makanan yang kaya akan Vitamin D, seperti daging sapi, hati sapi, ikan, telur, dan susu.

images : puma-catchup.com

Vitamin D tersedia sebagai suplemen kesehatan dan obat

  1. Suplemen Kesehatan terbagi 2 dosis :
    a.
    Vitamin D 400 iu (dalam dosis tunggal atau kombinasi)
    b. Vitamin D 1000 iu (hanya dosis tunggal)

Penggunaan dosis 1000 iu ditujukan untuk meningkatkan kadar Vitamin D secara cepat dalam tubuh karena mengalami kondisi tertentu, serta dengan memperhatikan peringatan/perhatian pada label.

  1. Obat:
    a. Kandungan vitamin d > 1000 iu

Kebutuhan harian vitamin D berdasarkan pada Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan yakni:

  1. Usia 10-64 tahun sebesar 600 iu/hari
  2. Usia >64 tahun sebesar 800 iu/hari

Dalam mengkonsumsi vitamin D sebagai suplemen kesehatan, masyarakat harus memperhatikan tips berikut ini:

  1. Pahami bahwa suplemen kesehatan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi, memelihara, meningkatkan/memperbaiki fungsi kesehatan, mempunyai nilai gizi/efek fisiologis dan bukan untuk mengobati suatu penyakit
  2. Hal-hal yang perlu diketahui sesudah penggunaan dosis 1000 iu
    a. Periksa kadar vitamin D dalam darah sesudah penggunaan selama 6 (enam) bulan atau lebih
    b. Penggunaan ibu hamil dan menyusui harus konsultasi dengan dokter
    c. Hentikan penggunaan bila terjadi reaksi alergi
  3. Tidak perlu mengonsumsi secara berlebihan jika kebutuhan vitamin D sudah tercukupi dari asupan makanan dan paparan sinar matahari
  4. Tidak perlu membeli vitamin D secara berlebihan, jadilah konsumen bijak dan hindari panic buying
  5. Selalu lakukan cek sebelum membeli dan mengonsumsi vitamin D seperti cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek kedaluarsa
Bagikan Berita:
Share on email
Back To Top