Date & Time |

INTERVENSI STUNTING MELALUI 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN

Saat ini Indonesia dihadapkan pada Beban Gizi Ganda atau sering disebut Double Burden, yang artinya pada saat kita masih terus bekerja keras mengatasi masalah Kekurangan Gizi seperti kurus, stunting, dan anemia, namun pada saat yang sama juga harus menghadapi masalah kelebihan gizi atau obesitas.

Gizi buruk adalah salah satu hal yang menjadi masalah global, termasuk di Indonesia. Pemenuhan gizi yang belum tercukupi baik sejak dalam kandungan hingga bayi lahir dapat menyebabkan terjadinya berbagai masalah kesehatan, baik pada ibu maupun bayinya. Salah satu gangguan kesehatan yang berdampak pada bayi yaitu stunting atau tubuh pendek akibat kurang gizi kronik.

Dalam program bincang 5-6 TVRI Kalimantan Barat, pada hari Selasa tanggal 21 Januari 2020, pukul 17.00 s/d 18.00 wiba,  beberapa hal di sampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes, terkait apa itu stunting, “Stunting dapat terjadi sebagai akibat kekurangan gizi terutama pada saat 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Salah satu cara mencegah stunting adalah pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil. Upaya ini sangat diperlukan, mengingat stunting akan berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan anak dan status kesehatan pada saat dewasa”, dan 2 sendok minyak makan merupakan sumber lemak yang dapat mendukung kebutuhan lemak yang ditambahkan pada MP ASI, lemak tak jenuh ganda merupakan sumber energi kedua selain karbohidrat, ada omega 3 dan omega 6 terdapat di dalam minyak sayur, yang mempermudah memaksimalkan penyerapan vitamin ADEK dan semuanya dibutuhkan dalam tumbuh kembang si kecil, mendukung daya tahan tubuh dan lemak merupakan 60 % terdapat dalam susunan otak.

Kepala Dinas Kesehatan juga menjelaskan teori klasik HL. Bloom yang masih relevan hingga saat ini, terkait faktor yang mempengaruhi bidang kesehatan atau terkait stunting, dalam teori ini dijelaskan faktor tersebut terdiri dari faktor perilaku gaya hidup (life style), faktor lingkungan (sosial, ekonomi, politik, budaya), faktor pelayanan kesehatan (jenis cakupan dan kualitasnya) dan faktor genetik (keturunan) Keempat faktor tersebut saling berinteraksi yang mempengaruhi kesehatan perorangan dan derajat kesehatan masyarakat

Akibat kekurangan gizi pada 1000 HPK bersifat permanen dan sulit diperbaiki. Anak stunting penyebab utamanya asupan gizi. Tak satupun penelitian yang mengatakan keturunan memegang faktor yang lebih penting daripada gizi dalam hal pertumbuhan fisik anak. Masyarakat, umumnya menganggap pertumbuhan fisik sepenuhnya dipengaruhi faktor keturunan. Pemahaman keliru itu kerap menghambat sosialisasi pencegahan stunting yang semestinya dilakukan dengan upaya mencukupi kebutuhan gizi sejak anak dalam kandungan hingga usia dua tahun.

Dimulai dari pemenuhan gizi yang baik selama 1000 HPK anak hingga menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat. intervensi sensitif oleh lintas sektor terkait dengan target yang akan dicapai yakni Tumbuh Kembang Anak Yang Maksimal (dengan kemampuan emosional, sosial, dan fisik siap untuk belajar, berinovasi, dan berkompetisi).

Kegiatan intervensi spesifik yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan dalam penanggulangan masalah gizi antara lain pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) untuk remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, Promosi ASI Eksklusif, Promosi Makanan Pendamping-ASI, Promosi makanan berfortifikasi termasuk garam beryodium, Promosi dan kampanye Tablet Tambah Darah, Suplemen gizi mikro (Taburia), Suplemen gizi makro (PMT), Kelas Ibu Hamil, Promosi dan kampanye gizi seimbang dan perubahan perilaku, pemberian obat cacing, Tata Laksana Gizi Kurang/ Buruk, Suplementasi vitamin A dan  Jaminan Kesehatan Nasional

Selain itu salah satu upaya promotif preventif dalam rangka menanggulangi berbagai masalah gizi dan kesehatan tersebut, Kementerian Kesehatan telah mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dengan fokus pada 3 (tiga) kegiatan yaitu meningkatkan aktifitas fisik, konsumsi sayur dan buah, dan deteksi dini penyakit.

BERITA DI PUBLISH OLEH TIM WEBSITE
DINAS KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Recent Post

error: Content is protected !!
Back To Top