Intergritas, Etos Kerja dan Gotong-Royong Modal Dasar Revolusi Mental

Ket : Peserta Diklat Revolusi Mental Berfoto bersama Gubernur, dan WidyaIswara BPSDM Prov Kalbar saat Pembukaan Diklat.

Pontianak, Dinkes Prov. Kalbar

Intergritas, etos kerja dan gotong royong adalah bagian dari revolusi mental yang akan meningkatkan dukungan rakyat terhadap kebijakan pemerintah, sehingga pada akhirnya akan menghasilkan stabilitas yang kuat dari berbagai bidang. Hal ini  di sampaikan Gubernur Kalbar H.Sutarmidji,SH,M.Hum,saat membuka Diklat Revolusi Mental, Protokuler dan Penilaian Indikator Kinerja, Senin 1 Oktober 2018 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalbar.Diklat ini sangat baik dilaksanakan sebagai peningkatan pengetahuan, ketrampilan, dan keahlian, sikap dan perilaku ASN dalam melaksanakan tugasnya, kata Sutarmidji menambahkan.

Sementara itu Drs. Alfian, MM selaku Kepala BPSDM Prov Kalbar menyampaikan dalam laporannya , bahwa diklat ini diharapkan dapat  meningkatkan Integritas, etos kerja dan gotong-royong peserta dalam menjalankan roda pemerintahan,  selain itu peserta dapat menginternalisasi nilai Pancasila dalam melaksanakan tugas dan fungsi di tempat kerja.

Ditambahkan   juga oleh Alfian bahwa  hasil yang bisa di harapkan dari diklat Revolusi mental itu sendiri adalah  tiap peserta mampu memahami Nilai-Nilai Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, dan UUD 45 sebagai area perjuangan manajemen pemberdayaan masyarakat, memahami konsep Nawacita, gerakan nasional revolusi mental, serta menyusun dan memaparkan rencana aksi tindak lanjut di tempat kerjanya masing-,masing, imbuh Alfian.

Dari tujuan dan target yang telah di harapkan tersebut tentunya memiliki dasar dan kebijakan yang telah di atur oleh undang-undang, peraturan pemerintah maupun Inpres serta Perda dan Pergub yang mendukung kegiatan Revolusi mental tersebut, sehingga diklat ini benar-benar akan memberikan dampak Positif dan perubahan bagi peserta, oleh karena itulah, menurut Alfian, bahwa aparatur sipil Negara dituntut untuk bisa meningkatkan kemampuan, pengetahuan, untuk dapat lebih menyerap informasi serta meningkatkan kapasitas diri, agar tercapai pelayanan publik yang memuaskan, yang tidak mengecewakan ataupun mempersulit masyarakat .

Dari 40 peserta yang mengikuti diklat ini tentunya akan menjadi Agen Perubahan Revolusi Metal minimal untuk lingkungan kerja  dan kantornya atau  paling kurang untuk dirinya  sendiri.pungkas Alfian. (Surya)

Berita ini di Publikasikan oleh tim Web Dinkes Prov Kalbar tahun 2018

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Back To Top