Date & Time |
Menu

Gunakan ICD10 Sebagai Diagnosa Penyabab Kematian Petugas KPPS

Sekretaris Jendral Kementerian Kesehatan RI, drg. Oscar Primadi,MPH

Pontianak, Dinkes Kalbar

“Untuk menentukan diagnose penyebab kematian  bagi petugas KPPS yang meninggal gunakan  ICD10 (International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems revisi ke 10) yang sudah menjadi standart  Internasional  klasifikasi penyakit . Hal ini di sampaikan Sekretaris Jendral Kemenkes RI, drg. Oscar Primadi, MPH saat kegiatan Webinar dengan beberapa Dinas Kesehatan Provinsi di Indonesia, Selasa 21/5.

Menurut Sekjen kelelahan yang sering dilaporkan sebagai diagnose penyebab  kematian petugas KPPS kurang tepat , kelelahan bukan sebuah diagnose sehingga tentunya ada penyakit lain yang menjadi penyebab utama kematian dan  ditegakkan berdasarkan ICD 10, ungkap Sekjen Kemenkes.

Ada hal penting yang harus diperhatikan yaitu  kualitas data laporan kematian petugas KPPS , sehingga tidak menimbulkan salah tafsir dari berbagai pihak . Laporan yang disampaikan dan dilaporkan bukan hanya bersifat jumlah ,waktu kematian ,  asal  petugas yang meninggal  saja tetapi  kronologis  dan penyebab utama kematian harus sesuai dengan kaidah-kaidah  yang ada.  Laporan yang berisikan data-data berkualitas , akan mampu memberikan rencana tindak lanjut serta upaya-upaya atau langkah-langkah yang harus di lakukan bagi petugas kesehatan dan fasilitas kesehatan. Disamping itu juga selalu dilakukan  update data dari kejadian-kejadian kesehatan lainnya, drg.Oscar menjelaskan.

Selanjutnya drg.Oscar menjelaskan bahwa koordinasi dan komunikasi dengan dinkes kabupaten kota terkait permasalahan kesehatan petugas KPPS harus selalu dilakukan, jika di perlukan lakukan Otopsi Verbal untuk kasus – kasus kematian yang tidak terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan ungkap  Sekjen Kemenkes.

Data masalah kesehatan petugas KPPS harus dilengkapi dengan penyebab kematian dan diagnose  penyakitnya apabila sakit (berdasarkan ICD 10) , kemudian kapan waktu kematiannya, di mana kematian itu terjadi apakah di TPS, di perjalanan, di rumah Sakitkah atau sudah pulang ke rumah,  demikian penjelasan  drg.  Oscar.

Sementara itu menurut Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Krisis Kesehatan  NS. Ernawati, S.Kep.M.Kep, bahwa jumlah kematian hingga tanggal 15 Mei yang lalu, berjumlah 27 orang yang berasal dari kabupaten/ kota di provinsi Kalbar,  dengan rata-rata masih berumur antara 30 – 50 tahun . Sedangkan  jumlah petugas KPPS yang sakit sampai dengan tanggal 15 Mei 2019 adalah 152 orang  dengan kondisi  yang masih menjalani rawat inap , kata NS. Ernawati.

Adapun penyebab kematian petugas KPPS yang dilaporkan antara lain dengan  penyakit   Gagal jantung , Gastritis, Hipertensi, Gagal napas /Asma, Diabetes mellitus serta  Kecelakaan saat membawa perlengkapan / logistik pemilu ungkap Kasi Rujukan dan Krisis kesehatan (sur)

BERITA DI PUBLISH OLEH TIM WEBSITE
DINAS KESEHATAN PROVINSI KLAIMANTAN BARAT

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Recent Post

Back To Top