Dinkes Provinsi Kalbar Adakan Pelatihan Penanganan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal Guna Tingkatkan Keterampilan Petugas Puskesmas

Senin (11/10/21) – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat yang dalam hal ini diwakilkan oleh Sekretaris Dinas, Abussamah, S.STP., M. AP membuka secara resmi pelatihan penanganan kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal untuk Kabupaten/Kota Lokus AKI (angka kematian ibu) dan AKB (angka kematian bayi) guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan petugas puskesmas (dokter, bidan dan perawat) dalam penanganannya yang dapat mengancam jiwa secara umum pada ibu dan bayi.

Terkait dengan Maternal dan Neonatal itu sendiri, Kegawatdaruratan Maternal merupakan kejadian berbahaya yang dapat mengancam jiwa akibat dari masalah kehamilan, persalinan, atau nifas dan untuk Kegawatdaruratan Neonatal merupakan kejadian yang mengancam jiwa bayi baru lahir usia 0-28 hari. Kematian ibu hamil dan bersalin serta kematian bayi masih menjadi salah satu permasalahan di Kalimantan Barat yang saat ini mendapat predikat 5 terbawah di Indonesia. Maka dari itu diperlukan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir.

Sehingga Dinas Kesehatan Kalimatan Barat terus mengupayakan penurunan kematian ibu dan bayi dengan berbagai upaya dan inovasi. Salah satunya dengan mengadakan pelatihan ini. Pelatihan dilaksanakan selama 14 hari dan berlokasikan di Pontianak tepatnya di hotel Harris jalan Gajah mada. Peserta Kegiatan adalah Puskesmas dari 6 (enam) Kabupaten/Kota Lokus AKI dan AKN yakni Kabupaten Kubu Raya, Sintang, Ketapang, Sambas, Kapuas Hulu, dan Kota Pontianak.

Dalam Pembukaan acara, turut hadir juga yang menjadi tim pelatih yakni dari fasilitator Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Muchamad Budi Nugroho, M.Kes., SpA, dan dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia Dr. dr. Tri Wahyudi, SpOG.

Dalam Sambutan Abussamah menyampaikan bahwa beliau mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi mendukung secara penuh kegiatan terkait yang berdampak pada peningkatan kinerja Tenaga Kesehatan.

“Sebisa mungkin kita upayakan kegiatan pelatihan seperti ini untuk terus dilaksanakan, dan rekan- rekan seoptimal mungkin memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya. Dengan adanya pelatihan ini bukan hanya berdampak pada peningkatan kinerja, tapi juga peningkatan kualitas sebagai tenaga kesehatan dan khususnya sebagai pejabat fungsional” Pungkasnya.

#kemenkes #dinkeskalbar #kesehatanmasyarakat #TanganiKegawatdaruratanMaternal #TanganiKegawatdaruratanNeonatal #indonesiatumbuhindonesiatangguh #Kesehatanpulihekonomibangkit #kalimantanbarat #kalbar #kalbarsehat #kalbarjuara #banggajadiwargakalbar #dirumahaja #SayaSiapDivaksin #vaksincovid19 #covid19

Bagikan Berita:
Share on email
Back To Top