Dinkes Kalbar Turut Andil Bantu Kemenkes Pecahkan Rekor Muri

Pontianak, Dinkes Prov Kalbar

PONTIANAK – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat bersama dinas kesehatan di 14 kabupaten/kota se-Kalbar mendukung Kementerian Kesehatan RI memecahkan rekor MURI pada Hari Kesehatan Nasional ke-53, Minggu (12/11). Panitia HKN ke-53 tahun 2017 dari Kemenkes RI meraih MURI sebagai penyelenggara senam perengangan secara serentak oleh peserta terbanyak.

Piagam MURI diterima langsung Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek. Dalam kesempatan tersebut Menkes turut mempromosikan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) sebagai hal paling utama dan mendasar. Selain meminimalisir penyakit, Germas juga ditujukan untuk menghindari penurunan produktivitas penduduk. Sekaligus menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan.

“Germas mengajak masyarakat mengubah kebiasaan yang tidak sehat kepada pola hidup lebih sehat dengan langkah kecil,” katanya.

Seperti dikutip dari media nasional, Jaya Suprana, direktur rekor MURI menyatakan, senam tersebut diajukan sebagai rekor Indonesia. “Tapi setelah saya melihat langsung yang terjadi di sini. Ini bukan rekor Indonesia, tetapi rekor dunia,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Museum Rekor Indonesia mencatat senam yang diikuti 12 ribu orang tersebut sebagai senam dengan peserta terbanyak di dunia. Dinkes Kalbar serta dinkes di 14 kabupaten/kota se-Kalbar turut menyumbang jumlah peserta senam sehat. Kemarin, selain senam peregangan bersama, Dinkes Kalbar juga memberikan pemeriksaan kesehatan gratis, serta menyediakan stan-stan makanan sesuai semangat gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).

Kadis Kesehatan Kalbar, dr Andy Jap MKes menyampaikan, kesehatan harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Jika semua masyarakat sehat otomatis Indonesia sehat. “Untuk mencapai sasaran Indonesia sehat, kami jalankan strategi pendekatan keluarga. Tenaga kesehatan lebih pro aktif. Jemput bola pelayanan kesehatan saat masyarakat sehat. Jangan tunggu masyarakat sakit,” ujarnya.

Dalam strategi pendekatan keluarga, masyarakat dilibatkan secara langsung untuk memiliki kesadaran hidup sehat. Karenanya, pendekatan keluarga digandengkan dengan Germas. Masyarkaat diajak untuk melakukan gerakan sistematis dan berkesinambungan dalam mencapai hidup sehat. “Ditambah dengan penguatan fasilitas kesehatan baik di puskesmas maupun rumah sakit,” katanya.

Pembangunan kesehatan di Kalbar dalam kurun waktu 3-5 tahun terakhir menunjukkan peningkatan, meskipun masih ada kekurangan di beberapa bagian. “Kita sudah mampu menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan balita. Program kesehatan yang kita jalankan menunjukkan nilai peningkatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain Germas dengan kaitan aktivitas fisik, dinkes juga menggelar seminar kesehatan terkait 1.000 hari pertama kehidupan manusia yang berkaitan dengan kualitas hidup manusia.

“Kami gelar seminar kebugaran dan operasi katarak. Besok (hari ini), kami gelar sarasehan bersama kader kesehatan di Sanggau yang akan dipimpin bapak gubernur dan bupati. Salah satu kunci kesehatan memberdayakan masyarakat sebagai kader. Harapan kami melalui kader-kader bisa ajak masyarakat lebih peduli pada kesehatan,” pungkasnya.

Berita ini di publikasikan oleh Tim Web Dinkes Prov Kalbar tahun 2018

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Back To Top