Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Beserta Tim Melaksanakanan Pemeriksaan Swab di Bandara Internasional Supadio Pontianak

Semakin banyaknya wabah pandemik Covid-19 maka salah satu cara agar penularannya dapat diatasi dengan melakukan pemeriksaan swab yaitu untuk mendapatkan sampel yang digunakan dalam metode PCR (polymerase chain reaction). Pemeriksaan swab menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung atau tenggorokan seseorang. Sampel lendir yang diambil dengan metode swab akan diperiksa menggunakan metode PCR atau Polumerasi Chain Reaction. Setelah dilakukan pemeriksaan maka hasil yang akan diketahui nanti dapat  menunjukkan apakah seseorang terikfeksi virus Covid-19 atau di dalam tubuhnya. Pemeriksaan swab ini dilakukan dengan metode PCR membutuhkan waktu beberapa jam hingga beberapa hari untuk menunjukkan hasilnya tergantung pada kapasistas laboratorium yang digunakan untuk memeriksa sampel.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dr. Harisson, M.Kes bersama Tim Labkesda Prov Kalbar melakukan pemeriksaan tes swab di Bandara Internasional Supadio Pontianak tanpa dipungut biaya terhadap para penumpang pesawat yang mendarat di Bandara Internasional Supadio. Pemeriksaan ini dilakukan secara kontinyu atau terus-menerus kepada para penumpang pesawat yang akan melakukan penerbangan ke luar maupun yang akan masuk ke kota Pontianak. Hal ini dilakukan untuk  mencegah penyebaran virus Covid-19 melalui pintu jalur masuk melalui penerbangan udara. 

Dalam test swab corona,  petugas medis akan mengambil sampel apus dari saluran pernapasan hidung dan tenggorokan. Sampel ini kemudian dibawa untuk diperiksa dengan menggunakan  mikroskop dalam  mendeteksi ada tidaknya DNA virus coronapada penumpang pesawat. Jika hasil test swab corona positif menandakan penumpang pesawat adalah penderita COVID-19. Kemudian akan  menjalani isolasi di ruangan khusus yang telah disediakan Pemda Prov Kalbar guna mendapatkan perawatan medis, sampel jaringan dari pasien akan diambil setiap hari untuk diperiksa,  jika hasil pemeriksaan negatif selama dua kali berturut-turut maka pasien akan dikeluarkan dari ruang isolasi rumah sakit kemudian dinyatakan sembuh dan melaksanakan pola hidup sehat dengan tetap menjaga imunitas tubuh serta berolah raga.

 

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Back To Top