DINAS KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT BERUPAYA / BERUSAHA DALAM MENGHADAPI MUSIM PANCAROBA TETAP JAGA KESEHATAN

Perubahan iklim merupakan perubahan pola cuaca secara statistik dengan periode waktu mulai dasawarsa hingga beberapa tahun. Hal ini bisa juga berarti bahwa perubahan keadaan cuaca rata-rata atau perubahan distribusi peristiwa cuaca rata-rata merupakan jumlah peristiwa cuaca ekstrim yang semakin banyak atau semakin sedikit. Perubahan iklim dapat terjadi pada daerah terbatas hingga regional tertentu atau dapat terjadi di seluruh wilayah Bumi. Indonesia merupakan salah satu Negara yang mengalami pergeseran musim, periode musim kemarau yang biasanya terjadi pada bulan April sampai dengan September dan musim hujan pada bulan Oktober  sampai dengan Maret dan musim pancaroba yang terjadi pada bulan Maret maupun April ataupun  September sampai dengan Oktober sejak beberapa tahun ke belakang  sudah tidak menentu.

Di Indonesia, musim pancaroba terjadi saat peralihan dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya, masa peralihan musim kemarau ke musim hujan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) sebagai lembaga yang memberi informasi tentang cuaca seperti curah hujan, kelembaban, suhu dan kecepatan serta  arah angin yang memperkirakan kondisi cuaca di suatu daerah secara luas, misalnya untuk daerah Kota Pontianak maupun sekitarnya.

Dinas Kesehatan provinsi Kalimantan Barat berupaya dalam menghadapi pergantian musim pancaroba yang dapat menyebabkan perubahan suhu dan kelembapan udara yang cukup signifikan maka kita harus tetap menjaga kesehatan diri serta keluarga karena jika kondisi tubuh seseorang tidak fit atau imuninitas tubuhnya lemah, maka dapat menyebabkan orang tersebut rentan dan cenderung  berisiko terpapar penyakit, antara lain  infeksi virus, bakteri, maupun jamur yang merupakan penyebab dari beberapa penyakit yang sangat sering dialami dan terjadi pada pergantian musim saat masa pancaroba.

Penyakit yang sering terjadi pada musim pancaroba antara lain : Demam Berdarah Dengue (DBD) pada anak-anak yang disebabkan virus, Flu, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Alergi, dan Asma selama masa pancaroba yang merupakan pemicu munculnya penyakit.  Agar  imunitas tubuh tetap terjaga, kita harus memperhatikan dan menjaga kesehatan antara lain dengan :

  • Makan makanan yang bergizi,  seperti  buah, sayur, dan yang mengandung protein. Tidak  makan yang berlebihan, hindari makanan yang tidak sehat di pinggir jalan serta jajanan yang mengandung pewarna makanan kimiawi. Sebaiknya tetap perhatikan kebersihan dan kwalitas makanan yang di konsumsi.
  • Olahraga yang cukup, lakukan olahraga secara rutin, melaksanankan aktifitas fisik ringan dua atau tiga kali seminggu. Untuk dapat menyeimbangkan imunitas tubuh, lakukan 30 menit sampai dengan satu jam.
  • Lakukan olahraga ringan dua atau tiga kali seminggu. Olahraga yang mudah dilakukan sehari-hari untuk menyeimbangkan imun tubuh, jalani durasi olahraga selama setengah jam atau sejam.
  • Jaga pola tidur, biasakan tidur selama lima sampai delapan jam perhari untuk menjaga tubuh dari kelelahan, karena ketika tubuh lelah dan gizi yang di butuhkan oleh tubuh kurang mencukupi dan  perubahan iklim yang ekstrem maka tubuh akan jadi mudah terserang penyakit.
  • Cukup minum air putih, minimal minum air putih dua liter perhari agar tubuh tidak kekurangan cairan dan tidak dehidrasi, agar tidak gampang terkena penyakit.
  • lupa untuk membawa jaket atau jas hujan disaat melakukan aktifitas di luar rumah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson M.Kes mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan diri dan keluarga selama musim pancaroba,  jangan lupa untuk melakukan aktifitas fisik dengan berolah raga dan minum vitamin apabila tubuh membutuhkan karena sakit , serta istirahat yang cukup.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Back To Top