Dampak Perubahan Iklim Terhadap Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Petugas Disinfeksi

Isu perubahan iklim yang dirasakan baik secara langsung maupun tidak langsung berdampak terhadap sektor yang mendasari kehidupan manusia antara lain, pada bidang pangan, air, energi maupun kesehatan. Setiap negara ikut berperan serta untuk mengatasi perubahan iklim karena hal ini merupakan persoalan global, tidak ada batasan wilayah dampak dari perubahan iklim.

Di dalam laporan UNEP disampaikan bahwa dunia saat ini suhunya 1,1 derajat celcius lebih hangat di bandingkan kondisi pra industrialisasi, yaitu pada saat dunia belum mengalami industrialisasi yang begitu mengubah global ekonomi saat ini di dalam Webinar “Climate Change Challenge: Preparing for Indonesia’s Green and Sustainable Future”yang diselenggarakan Direktorat Inovasi dan Science Techno Park (DISTP) Universitas Indonesia, Jumat (11/06/2021). Dalam kajian yang disampaikan Prof. Dr.Ir.H. Gusti Hardiansyah M.Sc,QAM, IPU selaku dosen Pasca Sarjana Perubahan Iklim Dan Mitigasi Bencana, mengatakan dampak pada cuaca dan muka air laut terjadi meningkatnya temperatur permukaan global memiliki serangkaian pengaruh yang rumit pada pola cuaca. Perkiraan cuaca menjadi kurang akurat karena perubahan yang tak menentu menurut arah mata angin, kemungkinan dampak yang terjadi mencakup: kekeringan yang lebih lama, musim hujan yang menjadi lebih panjang dan terjadinya cuaca ekstrim, serta meningkatnya intensitas siklon tropis, muka air laut akan bertambah antara 9 hingga 88 cm pada 2100 dan akan terus bertambah. Kejadian iklim ekstrem akibat perubahan iklim tentu berdampak pada kejadian bencana.

Selain pengaruh terhadap epidemiologi penyakit, Perubahan iklim juga berdampak pada keselamatan dan kesehatan kerja. Populasi pekerja yang terkena dampak perubahan iklim termasuk diantaranya yaitu pekerja pertanian, pekerja bangunan, petugas penanggulangan bencana, nelayan komersial, paramedis dan petugas pemadam kebakaran, pekerja transportasi, dan pekerja lainnya yang terpapar kondisi cuaca di luar rumah, terutama mereka yang melakukan pekerjaan fisik untuk jangka waktu lama. (Laws, et al, 2015).

Perubahan iklim juga berdampak pada keselamatan dan kesehatan kerja. Populasi pekerja yang terkena dampak perubahan iklim termasuk diantaranya yaitu pekerja formal petugas disinfeksi Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. Pelaksanaan disinfeksi yang telah dilakukan oleh petugas berlangsung selama pandemi Covid-19 dari awal bulan Maret 2021 sampai dengan sekarang. Dampak perubahan iklim ini menjadikan pekerja disinfeksi lebih cepat lelah, karena cuaca yang ekstrim yang panas dan terjadinya dampak kesehatan lain, seperti dehidrasi, pusing dan mual. Untuk itu beberapa hal yang dilakukan agar dampak kesehatan tidak bertambah parah dengan memberikan makanan tambahan suplemen Vitamin kepada petugas disinfeksi, memberikan makanan tambahan berupa susu dan kacang hijau, kemudian bagi petugas mendapatkan makanan yang bergizi seimbang sebelum melakukan disinfeksi ke lapangan.

(Riskesda 2020) Keselamatan Kesehatan Kerja dan Olahraga berkaitan dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, dalam upayanya melibatkan dan membutuhkan dukungan kerjasama lintas sektor. Oleh karena itu, pencapaian tujuan keselamatan kesehatan kerja dan olahraga bagi semua pekerja dan peningkatan produktivitas pekerja yang optimal membutuhkan kebijakan dan rencana strategi dalam rangka mengamankan kondisi kerja dan mempromosikan kesehatan kerja, serta paling utama melindungi pekerja pada kelompok berisiko pekerja usia lanjut dan pekerja yang terpajan bahan berbahaya. Arah kebijakan dan strategi keselamatan kesehatan kerja dan olahraga adalah berupaya membangun masyarakat yang sehat bugar dan produktif dengan menitikberatkan upaya promotif dan preventif secara bertahap, terpadu dan berkesinambungan.(*Mahasiswa S2 Magister Ilmu Lingkungan UNTAN)`

Foto_Mbak_Nurul.

Oleh: Nurul Bariyah

Bagikan Berita:
Share on email
Back To Top