COVID-19 DI KALIMANTAN BARAT SEBAGAI KEJADIAN LUAR BIASA ( KLB )

DINKES PROV. KALBAR – Penyakit menular covid-19 terjadi hampir di seluruh  Dunia. Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) menyatakan wabah COVID-19 sebagai pandemi Peningkatan jumlah kasus terjadi dalam waktu singkat butuh penanganan yang cepat. Tetapi hingga saat ini belum ada obat spesifik untuk menangani kasus infeksi virus Corona atau COVID-19. penyebaran COVID-19 menjadi masif karena virus ini dapat menular antar-manusia melalui droplet dari pasien. Seseorang  dapat tertular virus corona ketika berada cukup dekat dengan penderita dan  menghirup droplet dari batuk atau saat bersin.

WHO menyatakan saat ini Eropa telah menjadi pusat pandemi virus Corona secara global. Eropa memiliki lebih banyak kasus dan kematian akibat COVID-19 dibanding China. Jumlah total kasus virus Corona, menurut WHO, kini lebih dari 136 ribu kasus yang terjadi  di 123 negara dan wilayah. Dari jumlah tersebut, 81 ribu kasus ada di wilayah China daratan dan Italia, merupakan negara Eropa terparah, dengan kasus COVID-19 tercatat lebih dari 15 ribu kasus.

Sejumlah daerah di Indonesia mulai menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait dengan virus corona. Penetapan KLB tersebut merupakan kewenangan kepala daerah seiring instruksi Presiden kepada kepala daerah untuk menetapkan status gawat darurat terkait Covid-19 untuk daerahnya.

Dalam wawancara dengan semua media elektronik dan cetak yang dilakukan pada hari Kamis, tanggal 19 Maret 2020 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaliamantan Barat dr. Harisson, M.Kes mengatakan Kalimantan Barat  ditetapkan sebagai KLB karena sudah mencapai 296  orang dalam pemantauan  ( OPD ) yang ada  di tujuh kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Barat, antara lain : Kota Pontianak  81 orang, Kubu Raya 14 orang, Sanggau 46 orang, Sambas 18 orang, Sintang 135 orang, Kapuas Hulu 1 orang, Bengkayang 1 orang.

Untuk itu di himbau kepada masyarakat cara yang paling efektif dalam mencegah penularan infeksi COVID-19 antara lain dengan :

  1. Mencuci tangan dengan air sabun atau antiseptik dengan 6 langkah mencuci tangan selama 20-30 detik sebagai cara mencegah COVID-19.
  2. Mengurangi kontak dengan orang sakit dan jika anda merasa tidak enak badan, cobalah untuk berdiam diri di rumah dan gunakan masker ketika sakit, agar anda tidak menularkan infeksi virus kepada orang lain dan tidak tertular penyakit saat tubuh dalam keadaan tidak sehat.
  3. Pakai masker saat sakit, hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan masker, antara lain :
    • Mencuci tangan sebelum memakai masker.
    • Menutupi mulut dan hidung agar tidak ada celah antara wajah dengan masker.
    • Menghindari menyentuh masker saat menggunakannya.
    • Mengganti masker dengan yang baru ketika terasa lembap.
    • Melepas masker dari belakang tanpa menyentuh bagian depan.
    • Membuangnya di tempat sampah tertutup dan segera cuci tangan.
    • Tidak mengusap mata, hidung, mulut, dan wajah dengan tangan yang kotor.
  1. Menjaga daya tahan tubuh, dengan rutin berolahraga, makan makanan yang bergizi, memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, seperti vitamin C dan D.
  2. Menjaga jarak 1 s/d 2 meter dengan orang lain.
  3. Sebaiknya dirumah saja, jika tidak ada keperluan yang benar-benar mendesak untuk menghindari bahaya COVID-19.
Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Back To Top