Cegah Stroke Sebelum Terlambat, Kenali Faktor Resiko dan Gejalanya

Stroke adalah gejala-gejala gangguan pada fungsi saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak, bukan oleh sebab yang lain (WHO). Gangguan fungsi syaraf pada stroke disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak non traumatik.

Gangguan syaraf tersebut menimbulkan gejala antara lain: kelumpuhan wajah atau anggota badan, bicara tidak lancar, bicara tidak jelas (pelo), perubahan kesadaran, gangguan penglihatan, dan lain-lain.

Stroke Bisa Sebabkan Kematian dan Turunkan Kualitas Hidup Penderita

Stroke sesuai tingkatannya bisa sampai menyebabkan kematian atau kecacatan yang otomatis mampu menurunkan status kesehatan dan kualitas hidup penderitanya stroke. Selain itu akan ada beban tambahan bagi keluarga terkait biaya kesehatan yang tentunya tidak sedikit juga oleh beban biaya yang harus ditanggung negara.

Jadi dibanding mengobati, akan jauh lebih baik jika mencegahnya sejak dini. Jalani pola hidup yang sehat agar tubuh bugar dan semua penyakit termasuk stroke enggan menyerang.

Stroke Dapat Dicegah

90% kasus stroke berhubungan dengan 10 faktor risiko utama. Apabila Anda memiliki diabetes, gangguan jantung atau riwayat stroke, segera tanyakan kepada dokter mengenai faktor risiko Anda dan bagaimana mencegahnya. Sejumlah langkah berikut dapat dilakukan untuk menurunkan risiko stroke.

Faktor Risiko lain yang harus dikendalikan yaitu : Obesitas, Gaya Hidup/kurang aktif bergerak, Pola Makan Buruk, Hipertensi, Merokok atau terpapar asap rokok, Minum Alkohol, Hiperlipidemia.

1/4 Kasus Stroke karena pola makan tidak sehat

Hampir seperempat kasus stroke berkaitan dengan pola diet yang tidak sehat, terutama konsumsi sayur dan buah yang sedikit. Setidaknya, asupan sayur dan buah yang disarankan lima mangkuk per hari untuk menurunkan risiko stroke Anda.

Sekitar 1 dari 4 kasus stroke berkaitan dengan kadar kolesterol “jahat” atau LDL yang tinggi. Konsumsi lemak tidak tersaturasi dan tidak terhidrogenasi daripada lemak tersaturasi (digoreng, jeroan) dapat menurunkan risiko stroke Anda. Jika kadar kolesterol tidak turun hanya dengan pengubahan diet, komunikasikan dengan dokter Anda tentang obat antikolesterol.

Selain itu pembuluh darah yang tersumbat sesaat menyebabkan aliran darah ke otak melambat atau terhenti sehingga mengakibatkan gejala gangguan saraf sesaat seperti yang dialami oleh penderita stroke.

Umumnya serangan stroke selintas terjadi selama 30 menit hingga dua jam dan kemudian penderitanya kembali normal. Serangan selintas tersebut menyebabkan kebas atau tak merasakan sebagian tubuh, gerak tubuh melemah tiba-tiba, kesemutan, dan berbicara tidak nyambung atau kata-katanya tidak terstruktur.

Kenali Faktor Risiko

Stroke disebabkan oleh empat faktor yakni fisik, mental, sosial, dan spiritual. Dia mengingatkan agar masyarakat menjaga pola makan dan pola hidup sehat dengan menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yakni melakukan aktivitas fisik, perbanyak makan buah dan sayuran.

Sejumlah faktor risiko dari segi fisik yang sebenarnya bisa dicegah ialah merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan buruk, konsumsi alkohol, kadar kolesterol tinggi, narkotika, obesitas, terapi pengganti hormon, hipertensi, gangguan irama jantung, penyakit jantung lainnya, diabetes, dan migrain.

Alat Sederhana Kenali Gejala Stroke

Sebenarnya ada alat penilaian sederhana untuk mengenali gejala stroke yakni “SEGERA KE RS”

SEnyum tidak simetris,

– GErak separuh badan melemah secara tiba-tiba,

– bicaRA pelo atau terpatah-patah hingga tidak dapat bicara sama sekali,

– Kebas atau baal,

– Rabun serta

– Sakit kepala hebat yang muncul secara tiba-tiba.

Bila terjadi hal tersebut pada Anda atau anggota keluarga segera hubungi Rumah Sakit/ Klinik Dokter/ FKTP.

.

Sumber: P2PTM Kemenkes RI

.

#DinkesKalbar #CegahStrokeSejakDini #Stroke #GejalaStroke #FaktorStroke #KenaliGejalaStroke #Kalbar #KalbarSehat

Bagikan Berita:
Share on email
Back To Top