Date & Time |
Menu

CEGAH SEJAK DINI KANKER SERVIKS DAN PAYUDARA MELALUI PELATIHAN TENAGA KESEHATAN PUSKESMAS

 

 

Kanker termasuk salah satu dari Penyakit Tidak Menular (PTM) yang mempunyai kecenderungan terus meningkat setiap tahunnya, sehingga dapat dikatakan bahwa beban yang harus ditanggung dunia akibat penyakit tersebut juga semakin meningkat. Kanker serviks merupakan penyebab kematian tertinggi kedua di dunia pada wanita setelah kanker payudara. Diperkirakan di dunia setiap dua menit wanita meninggal karena kanker servik dan ± 500.000 wanita di diagnosis kanker serviks setiap tahunnya. Menurut laporan WHO 2003 setiap tahun timbul lebih dari 10 juta kasus penderita baru kanker dengan prediksi peningkatan setiap tahun kurang lebih 20%. Diperkirakan pada tahun 2020 jumlah penderita baru penyakit kanker meningkat hampir 20 juta penderita dengan 84 juta orang akan meninggal pada sepuluh tahun kedepan bila tidak dilakukan intervensi yang memadai.

 

Gambar : Praktek/simulasi pada model oleh fasillitator nasional,  dr.Manuel Hutapea,Sp.OG(K).Onk dari RS.  Dokter Soedarso, Pontianak, Kalbar

Dalam sambutannya saat membuka pelatihan, pada tanggal 11 November 2019, di Hotel Santika, Pontianak, Kepala Dinas kesehatan Provinsi Kalimantan Barat mengatakan “Kanker payudara  dan kanker leher rahim merupakan jenis kanker tertinggi pada pasien rawat inap maupun rawat jalan di seluruh rumah sakit di indonesia, dengan jumlah pasien sebanyak 12.014 orang (28,7%) untuk kanker payudara, dan kanker leher rahim 5.349 orang (12,8%) dan 70% pasien datang sudah dalam kondisi stadium lanjut, hal ini menunjukan bahwa masih lemahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim, untuk itu, dibutuhkan komitmen bersama dalam menurunkan morbiditas,mortalitas dan disabilitas PTM melalui intensifikasi pencegahan dan  pengendalian menuju Indonesia sehat, sehingga perlu adanya pemahaman yang optimal serta menyeluruh tentang besarnya permasalahan ptm dan faktor risikonya pada semua pengelola program disetiap jenjang pengambil kebijakan dan lini pelaksanaan “.

Gambar : Praktek/simulasi pada model oleh fasillitator nasional, Mardiana, SKM,MPH
(Fasilitator Provinsi)

 

Pelatihan deteksi dini kanker serviks dan payudara merupakan pelatihan yang berbasis kompetensi (Competency Based Training). Pendekatan ini menfokuskan pada pengetahuan, prilaku dan keterampilan yang diperlukan untuk melakukan suatu tindakan. Praktek Klinik/praktek lapangan merupakan bagian dari kurikulum pelatihan ini

Berdasarkan Riskesdas Tahun 2018 diketahui bahwa prevalensi Kanker di Indonesia berkisar 1,79‰, di Provinsi Kalimantan  Barat sendiri berdasarkan Riskesdas 2018 tersebut angka prevalensi kanker sebesar 1,55‰.  Angka ini cenderung stagnan atau tetap dari Riskesdas 2013.  Jika berdasarkan umur yang terbanyak mengalami kanker adalah usia 55-64 tahun yaitu berkisar 4,62%, dan perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki untuk menderita Kanker.  (Perempuan 2,85%, sedangkan Laki-laki 0,74%). Kankerpayudara dan kanker leher Rahim merupakan jenis kanker tertinggi pada pasien rawat inap maupun rawat jalan di seluruh RS di Indonesia, dengan jumlah pasien sebanyak 12.014 orang (28,7%) untuk kanker payudara, dan kanker leher rahim 5.349 orang (12,8%)

Gambar : Praktek Kilnik peserta pelatihan ke Puskesmas Gang Sehat dan Puskesmas Ali Anyang, Kota Pontianak

Pelatihan  ini berlangsung   6 (enam) hari dimulai dari  tgl 11 s/d 16 November 2019,  diikuti oleh 35 orang terdiri dari dokter umum dan bidan dari beberapa puskesmas diwilayah Provinsi Kalimantan Barat yaitu Kabupaten Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Ketapang, Sekadau, Bengkayang, Sambas dan Kubu Raya (infokes).

BERITA DI PUBLISH OLEH TIM WEBSITE
DINAS KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Recent Post

Back To Top