Date & Time |
Menu

” Ayah dan Ibu Kunci Keberhasilan Menyusui “, ” Ayo dukung Ibu sukses menyusui “

Pekan ASI Sedunia 2019, Ayah Sosok Kunci Keberhasilan Menyusui

Pontianak, Dinkes Prov. Kalbar

Memberikan ASI eksklusif pada Si Kecil sejak dini telah terbukti dapat membantunya tumbuh lebih sehat dan mengurangi risiko sakit. Tak hanya bagi Si Kecil, proses menyusui ini ternyata juga memiliki manfaat bagi Ibu.

Namun, perlu diingat bahwa proses menyusui perlu dilakukan dengan benar ya Bu, karena berkaitan dengan periode penting bagi pertumbuhan Si Kecil.

World Health Organization (WHO) sejak tahun 2002 telah membuat standar tentang makanan bayi, termasuk ASI. WHO merekomendasikan agar proses menyusui dimulai sedini mungkin hingga Si Kecil berusia 6 bulan. Selama masa ini, Si Kecil hanya diperbolehkan minum ASI saja. Setelah 6 bulan, barulah Si Kecil boleh dikenalkan dengan MP-ASI (Makanan Pendamping ASI). Namun, WHO tetap menyarankan pemberian ASI tetap diteruskan hingga Si Kecil berusia 2 tahun atau lebih.

Bagi seorang ibu, menyusui menjadi satu rangkaian dengan proses kehamilan dan kelahiran. Ada yang memilih untuk memberikan ASI eksklusif (hanya ASI saja, tanpa tambahan susu formula, air putih, maupun makanan padat) selama 6 bulan karena kesadaran sendiri, ada pula yang semata mengikuti ajaran agama, anjuran tenaga kesehatan, lingkungan sekitar, serta pemerintah, tanpa mengetahui secara pasti manfaatnya selain demi kesehatan bayi.

Jika yang terakhir adalah alasan memberikan ASI, maka munculnya hambatan dalam menyusui akan lebih mudah membuat ibu merasa tertekan maupun menyerah. Padahal, memberikan ASI eksklusif tidak hanya menguntungkan bayi saja lho.

Sepuluh manfaat memberikan ASI eksklusif menurut WHO berikut akan mengubah sudut pandang kita tentang proses “sederhana” bernama menyusui ini, serta membuat kita lebih mantap memberikan ASI eksklusif sesulit apapun tantangan yang kita hadapi kelak.

  1. Melindungi Bayi Dari Kuman
    Saluran cerna bayi mulai dihuni oleh bakteri beberapa jam setelah lahir. Pemberian ASI eksklusif membuat saluran cerna bayi dihuni oleh bakteri baik. ASI juga mengandung protein yang berfungsi melindungi bayi dari infeksi kuman sehingga dapat mengurangi angka kematian bayi yang disebabkan oleh penyakit seperti radang paru-paru serta mempercepat proses penyembuhan.
  1. Menyediakan Nutrisi Lengkap
    ASI mampu memenuhi 100% kebutuhan bayi akan nutrisi sangat lengkap sampai bayi berusia 6 bulan. Kandungan dalam ASI meliputi air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, sel-sel darah putih, enzim, dan asam amino. Selain tidak memerlukan tambahan makanan, kandungan ASI tersebut juga bermanfaat untuk mencegah anak terkena penyakit asma, obesitas, diabetes, hingga penyakit kardiovaskular saat dewasa.
  1. Jaminan Asupan Higienis dan Aman
    Menyusui ASI secara langsung dan eksklusif menjamin kehigienisan asupan yang dikonsumsi bayi, khususnya dalam keadaan darurat. Berbeda dengan susu formula yang diproduksi di pabrik dan memiliki rantai distribusi yang panjang, serta rentan tercemar oleh bakteri dari air dan botol susu yang tidak bersih, ASI aman dikonsumsi secara langsung. Untuk ASI perah, ibu perlu memperhatikan standar kebersihan alat dan cara penyimpanan agar tetap layak minum.
  1. Membuat Bayi Tumbuh Sehat dan Cerdas
    Dalam ASI, terkandung asam lemak yang penting manfaatnya bagi perkembangan otak. Selain itu, ASI juga dapat membantu perkembangan sensorik dan kognitif pada bayi. Pemberian ASI eksklusif sangat penting pada 6 bulan pertama karena perkembangan otak anak terjadi paling pesat pada 5 tahun pertama hidupnya.
  1. Mencegah Diare dan Malnutrisi
    Bayi yang baru lahir rentan tertular penyakit karena sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna. Pemberian ASI eksklusif akan menghindarkan bayi dari penyakit yang berkaitan dengan kondisi kebersihan seperti diare, maupun mencukupi bayi dengan nutrisi-nutrisi penting sehingga terhindar dari malnutrisi atau kekurangan gizi.
  1. Memperkuat Ikatan (bonding)
    Menurut penelitian, ibu yang menyusui ASI secara langsung lebih sensitif terhadap isyarat bayinya. Ibu menyusui juga cenderung lebih sering menyentuh, membelai, dan menatap bayinya lebih lama sehingga bonding antara ibu dan bayi lebih erat. Kedekatan ibu-anak ini kelak bermanfaat bagi pembentukan karakter anak ketika dewasa.
  1. Mengurangi Risiko Kanker
    Manfaat ASI eksklusif bagi ibu menyusui salah satunya adalah mengurangi risiko terkena kanker rahim dan kanker payudara. Dengan menyusui, sel-sel payudara rutin memproduksi ASI sehingga kecil kemungkinan untuk terjadi penyimpangan kinerja sel. Ibu menyusui juga memiliki kadar hormon estrogen yang lebih rendah akibat berkurangnya frekuensi menstruasi. Estrogen adalah salah satu pemicu kanker, sehingga menyusui ASI dapat memperkecil ibu menyusui terkena kanker payudara juga kanker rahim.
  1. Membantu Memberi Jarak Pada Kelahiran
    Menyusui ASI secara eksklusif ternyata mampu menjadi metode kontrasepsi alami. Saat bayi menghisap puting, hormon yang mengatur keluarnya ASI akan menekan produksi hormon yang mengatur ovulasi (pelepasan sel telur). Akibatnya, kesuburan ibu untuk sementara tidak kembali. Jika ibu belum menstruasi dan bayi hanya diberi ASI saja secara langsung, maka setidaknya selama enam bulan setelah melahirkan ibu tidak akan hamil kembali.
  1. Menghemat Biaya
    Dengan menyusui ASI eksklusif, ibu tidak perlu membeli susu formula dan perlengkapan menyusui seperti plastik ASI, pumping dan botol pumping bagi ibu bekerja. Manfaat ini dapat dirasakan secara langsung maupun secara jangka panjang pada keuangan keluarga.
  2. Menjaga Lingkungan
    Berbeda dengan susu formula, ASI tidak memerlukan kemasan sehingga tidak berkontribusi terhadap jumlah sampah di bumi. Secara tidak langsung, menyusui eksklusif turut membantu melestarikan lingkungan. Cukup banyak ya, kelebihan memberikan ASI eksklusif. Dengan demikian, tidak ada alasan lagi untuk memilih antara menyusui eksklusif atau tidak. Menyusui secara eksklusif terbukti bermanfaat tidak saja bagi bayi, namun juga bagi ibu, keluarganya, maupun lingkungan sekitar. Tetap semangat menyusui ya, Bu!

*  artikel sudah diverifikasi langsung oleh dr. Viranda, salah satu konselor laktasi dari Praborini Lactation team, dan di hmpun dari beberapa sumber Kesehatan

BERITA DI PUBLISH OLEH TIM WEBSITE
DINAS KESEHATAN PROVINSI KLAIMANTAN BARAT

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Recent Post

Back To Top